Daftar Isi
Pasar mobil listrik Jepang segera kedatangan pemain baru dari China melalui proyek Emta, merek otomotif hasil kolaborasi sejumlah perusahaan yang melibatkan Chery Automobile. Salah satu model yang tengah disiapkan adalah Emta EV K-car, mobil listrik mungil di segmen kei car yang direncanakan meluncur di Jepang pada 2027.
Karakteristik Kei Car di Jepang
Kei car merupakan kategori kendaraan kecil yang memiliki aturan dimensi khusus di Jepang, yakni panjang maksimal 3,4 meter, lebar 1,48 meter, dan tinggi 2 meter. Untuk kendaraan bermesin pembakaran internal, kapasitas mesinnya dibatasi maksimal 660 cc, sedangkan mobil listrik tetap harus mengikuti ketentuan dimensi tersebut.
Aturan ini membuat produsen harus merancang kendaraan dengan ukuran kompak, tetapi tetap mampu menawarkan ruang kabin yang memadai untuk kebutuhan sehari-hari. Karakteristik tersebut sesuai dengan kondisi penggunaan mobil di Jepang, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki jalan relatif sempit dan area parkir terbatas. Segmen kei car juga punya posisi penting dalam industri otomotif Jepang karena menjadi pilihan masyarakat yang membutuhkan kendaraan praktis untuk aktivitas harian.
Desain dan Varian Bergaya Offroad
Berdasarkan dokumen paten yang beredar, seperti dilansir dari Carmudi Indonesia, Emta EV K-car mengusung bentuk bodi tinggi dan mengotak yang menjadi ciri khas kendaraan mungil Jepang. Bagian depannya terlihat menggunakan desain gril ramping, lampu utama yang ditempatkan di bawah garis kap mesin, serta bumper dengan susunan bilah di area atas dan bawah. Di samping itu, dokumen paten juga memperlihatkan keberadaan rel yang mengindikasikan kemungkinan penggunaan pintu geser belakang.
Hal menarik lainnya dari gambar paten Emta adalah kemunculan varian dengan karakter softroader atau tampilan yang terinspirasi kendaraan petualang. Versi ini terlihat memiliki lapisan plastik tambahan pada sejumlah bagian bodi, termasuk bumper dan area samping. Meski begitu, belum diketahui apakah perbedaan tersebut hanya sebatas kosmetik atau turut disertai perubahan pada sektor teknis seperti sistem penggerak semua roda.
Kolaborasi dan Persaingan di Pasar Jepang
Emta dikembangkan oleh Electric Mobility Technologies, perusahaan yang melibatkan mitra dari China dan Jepang meliputi Chery Automobile, Jiangsu Yueda Automobile Group, Autobacs Seven, Gotion, serta Anest Iwata. Chery berkontribusi melalui penyediaan platform kendaraan dan sistem penggerak listrik, sementara Jiangsu Yueda memproduksi kendaraan di Yancheng, China, dan Gotion bertindak sebagai pemasok baterai. Untuk pasar Jepang, Autobacs Seven mendukung distribusi, Anest Iwata memberikan dukungan kualitas, serta tim desainnya diisi tenaga ahli berpengalaman yang pernah bekerja di Honda dan Mazda.
Kehadiran model ini membuat persaingan di segmen tersebut semakin menarik karena Emta berpotensi berhadapan langsung dengan BYD Racco. BYD lebih dahulu memperkenalkan Racco sebagai mobil listrik berbodi tinggi dengan pintu geser belakang yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 320 km berdasarkan standar pengujian CLTC. Hingga kini, perbandingan spesifikasi keduanya belum bisa dilakukan secara menyeluruh karena Emta belum mengumumkan kapasitas baterai, tenaga motor listrik, jarak tempuh, maupun harga jualnya.
Selain model pertama tersebut, rencana bisnis Emta mencakup tiga model tambahan berupa hatchback, SUV, dan MPV, serta rencana memulai produksi kendaraan secara lokal di Jepang setelah 2030.
Sumber: Carmudi Indonesia








