Internasional

Transformasi Peternakan Bukit Menuju Pertanian Organik

Transformasi Peternakan Bukit Menuju Pertanian Organik

Sebuah peternakan bukit di Tebay, Cumbria, memulai proses transisi resmi untuk menjadi peternakan organik penuh sejak 1 November lalu. Pengelola peternakan tersebut menjalani proses konversi selama dua tahun bersama Soil Association, setelah sebelumnya selalu menjalankan operasional dengan prinsip-prinsip organik.

Tantangan dan Insentif Konversi Peternakan

Secara historis, konversi bagi peternakan bukit seringkali sulit dilakukan karena banyak yang berada di lahan bersama tanpa batasan fisik yang jelas serta rute berbagi menuju pegunungan. Namun, lembaga sertifikasi kini menunjukkan fleksibilitas untuk beradaptasi, sehingga pengelola memutuskan untuk mengambil langkah tersebut yang didanai oleh skema insentif pertanian berkelanjutan dari pemerintah.

Secara praktis, perubahan ini menuntut pencatatan yang lebih rinci, izin dokter hewan untuk mencelupkan domba, serta masa tunggu pengobatan yang lebih panjang. Ketika melakukan penanaman pohon, mereka harus menggunakan bibit organik atau meminta dispensasi khusus apabila tidak tersedia.

Model Regeneratif dan Harapan ke Depan

Langkah ini menandai puncak perubahan sistem pertanian dari model konvensional dataran tinggi yang dibeli pada 2018 menjadi model regeneratif, di mana keanekaragaman hayati diproduksi sebagai barang publik. Wilayah barat laut Inggris sendiri tercatat memiliki lahan organik sebesar 2,4 persen dari total keseluruhan di Inggris.

Keputusan tersebut terinspirasi dari keluarga menantu perempuan yang telah lebih dulu sukses menjalankan pertanian organik. Melalui konversi ini, mereka berharap dapat meningkatkan keanekaragaman hayati, menghasilkan stok pembiakan berkualitas yang mampu bertahan di luar ruangan sepanjang tahun tanpa tambahan input, serta menyediakan pasokan pangan bagi warga lokal yang dapat dibeli langsung dari peternakan.

Kelompok daging sapi terbaru akan segera tersedia di toko tani untuk perayaan Natal mendatang, yang meski belum tersertifikasi organik pada tahun ini, diharapkan sudah memenuhi standar tersebut di masa mendatang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *