Internasional

Bandara Jersey Kembali Terganggu Drone Liar Selama Dua Malam

Bandara Jersey Kembali Terganggu Drone Liar Selama Dua Malam

Sejumlah warga di Bandara Jersey menyatakan rasa frustrasi dan kemarahan mereka setelah kemunculan drone liar kembali memicu pembatalan penerbangan untuk malam kedua secara berturut-turut.

Penyelidikan Polisi dan Reaksi Pemerintah

Pihak Bandara Jersey mengumumkan pada hari Sabtu (20:05) bahwa mereka tengah menghadapi gangguan yang memengaruhi penerbangan kedatangan akibat aktivitas drone tambahan di sekitar kawasan lapangan terbang. Kepolisian States of Jersey saat ini sedang menyelidiki rangkaian insiden tersebut dan mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab untuk segera melapor.

Inspektur Rob McCallum menyatakan bahwa diyakini ada dua atau tiga drone yang memasuki wilayah udara terlarang, namun perangkat tersebut diyakini tidak memiliki kaitan dengan aksi terorisme. Sementara itu, Menteri Utama Jersey, Senator Lyndon Farnham, menegaskan bahwa menerbangkan drone di dekat bandara bukanlah sebuah lelucon atau hobi yang tidak berbahaya.

Kepada pihak yang bertanggung jawab, ia menyampaikan pesan tegas bahwa jika mereka teridentifikasi, mereka harus bersiap menghadapi konsekuensi hukum sepenuhnya.

Dampak bagi Penumpang dan Pengemudi Taksi

Pacific Basirwe, seorang warga yang sedang menunggu istri dan anak kecilnya terbang dari London Heathrow, mengaku kesal mendengar kabar tersebut. Menurutnya, aktivitas semacam ini harus diatur dengan ketat dan para pelakunya wajib diproses secara hukum karena kejadian ini sudah berlangsung dua hari berturut-turut tanpa tindakan lanjutan yang membuat mereka terus mengulanginya.

Dampak gangguan ini juga dirasakan oleh para pengemudi taksi di bandara. Richard De La Haye, yang telah berprofesi sebagai sopir taksi selama lebih dari 40 tahun, menilai situasi tersebut sebagai mimpi buruk karena para sopir harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian.

Ia menjelaskan bahwa jika mereka meninggalkan lokasi dan ternyata penerbangan mendarat, para penumpang akan terlantar menunggu taksi, namun jika pesawat batal datang, mereka hanya duduk selama dua jam tanpa kepastian penumpang. Ia menambahkan bahwa kondisi ini sudah menjadi konyol dan harus segera diselesaikan.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *