Daftar Isi
Klasemen sepanjang masa Premier League berpotensi mengalami sejumlah pergeseran signifikan pada musim ini. Sebagaimana dilaporkan Football365, pergerakan poin antar klub terus bergejolak, mulai dari Fulham yang sukses menggeser posisi Leicester City hingga ancaman terhadap posisi lima besar milik Tottenham Hotspur oleh Manchester City.
Persaingan Manchester City, Spurs, Chelsea, dan Liverpool
Manchester City berpeluang melompati Tottenham Hotspur untuk merebut peringkat kelima dalam klasemen sepanjang masa. Pada awal musim, Spurs sempat memegang keunggulan 34 poin setelah menjalani pramusim bersama Roberto De Zerbi. Namun, kegagalan Spurs meraih kemenangan dalam enam laga pembuka yang berbarengan dengan deretan tujuh kemenangan beruntun Manchester City sempat memangkas jarak menjadi 16 poin, sebelum kembali melebar menjadi 22 poin usai Spurs mengalahkan Coventry dan Chelsea.
Saat pengambilalihan oleh konsorsium Abu Dhabi rampung pada September 2008, Manchester City masih tertahan di peringkat ke-14 klasemen sepanjang masa, di antara Southampton dan Bolton. Ketika Pep Guardiola diangkat delapan tahun kemudian, City naik ke posisi kesembilan di antara Newcastle dan Blackburn. Di bawah kepemimpinan Guardiola, City mengumpulkan setidaknya 64 poin lebih banyak dibandingkan tim mana pun. Di sisi lain, Spurs tercatat bertahan di peringkat kelima klasemen sepanjang masa sejak musim 2012/13.
Sementara itu di posisi ketiga, Chelsea memiliki peluang matematis untuk menggeser Liverpool. Sebelum musim bergulir, Liverpool mengungguli Chelsea dengan margin 36 poin dalam raihan sepanjang masa, dan kini keunggulan tersebut melebar menjadi 38 poin.
Fulham Salip Leicester dan Ambisi Brighton
Fulham secara resmi telah melampaui mantan juara Liga Inggris, Leicester City, untuk menduduki posisi ke-14 dalam tabel sepanjang masa. Pada awal musim, Leicester unggul satu poin atas Fulham. Meski Alvaro Arbeloa sempat kesulitan membawa dampak di awal masa kepelatihannya serta menelan dua kekalahan awal, hasil imbang berturut-turut melawan Manchester United dan Liverpool berhasil membawa Fulham menyamai dan melewati Leicester. Perolehan ini dicapai Fulham meskipun bermain dalam 48 pertandingan lebih banyak, mencatatkan kemenangan dan gol lebih sedikit, serta kebobolan lebih banyak daripada Leicester.
Di sisi lain, Brighton & Hove Albion yang merupakan satu dari delapan klub Premier League yang belum pernah terdegradasi, terus merangkak naik melewati Norwich City, Sheffield Wednesday, dan Wimbledon. Brighton akan mencatatkan durasi tampil yang sama dengan Stoke City di akhir musim dan hanya membutuhkan sembilan poin tambahan untuk melampaui perolehan poin Stoke. Jika manajer Fabian Hurzeler mampu membawa Brighton mengumpulkan total 58 poin musim ini—di mana mereka saat ini mengantongi 16 poin di peringkat ketiga—Brighton akan menyalip West Bromwich Albion. Tambahan delapan poin lagi akan membawa Brighton melangkahi Wolverhampton Wanderers untuk masuk ke posisi 20 besar historis.
Pergerakan Bournemouth, Forest, Brentford, hingga Ipswich
Pada perebutan posisi ke-24, Bournemouth dan Nottingham Forest sama-sama berpeluang mengejar catatan total poin Stoke City yang berpotensi mencatatkan finis di paruh bawah klasemen untuk musim ke-11 secara beruntun di berbagai divisi. Forest memerlukan 34 poin tambahan, sedangkan Bournemouth membutuhkan 38 poin. Apabila tren performa berlanjut, Bournemouth diproyeksikan bakal menyalip perolehan poin Forest dalam proses tersebut. Sementara itu, Coventry City membuntut di belakang dengan selisih lima poin dari Bournemouth dan sembilan poin dari Forest.
Brentford yang saat ini menempati peringkat ke-39 dengan 264 poin sejarah dan 11 poin musim ini, berpotensi melonjak hingga peringkat ke-33. Jika tim asuhan Thomas Frank mampu menyamai rekor 59 poin mereka dari musim 2022/23 dan memaksimalkan peran Igor Thiago, mereka akan menyamai perolehan 312 poin milik Swansea City, sekaligus melewati Derby County (274 poin), Watford (285 poin), Portsmouth (293 poin), Birmingham City (301 poin), dan QPR (308 poin) meski memainkan setidaknya 68 pertandingan lebih sedikit dari Swansea.
Untuk papan bawah klasemen sepanjang masa, Ipswich Town yang ditangani Gary O’Neil membutuhkan dua poin tambahan untuk melampaui raihan awal Derby County, atau 18 poin untuk menyamai total poin keseluruhan klub tersebut. Jika mampu mencapai batas 40 poin, Ipswich bahkan bakal menggeser Watford di urutan ke-37. Sementara itu, Hull City membutuhkan sapuan 55 poin musim ini jika ingin melewati posisi Sheffield United di peringkat ke-41.








