Teknologi

Senator AS Selidiki Risiko Privasi Kacamata AI Meta

Senator AS Selidiki Risiko Privasi Kacamata AI Meta

Dua senator Amerika Serikat, Ron Wyden dan Edward Markey, tengah menyelidiki potensi risiko privasi serta keselamatan yang ditimbulkan oleh kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan buatan Meta. Berdasarkan laporan Engadget, kedua senator tersebut mengirimkan surat kepada pimpinan Meta, Mark Zuckerberg, karena produk tersebut dinilai telah memicu berbagai pelanggaran privasi yang meresahkan bagi pengguna maupun orang di sekitar.

Investigasi Pelanggaran Privasi dan Kontrak AI

Dalam suratnya, para senator menyoroti sejumlah insiden ketika kacamata Meta dimanfaatkan untuk merekam perempuan secara diam-diam tanpa izin, melecehkan mereka, lalu menyebarkan rekaman tersebut ke media sosial. Kasus-kasus ini sebelumnya sempat dilaporkan oleh media 404 Media dan BBC. Selain itu, berdasarkan laporan lain serta dokumen gugatan hukum, para pekerja kontrak AI Meta mengaku sempat meninjau rekaman tangkapan kacamata yang memperlihatkan aktivitas warga saat sedang berganti pakaian maupun melakukan hubungan seksual.

Melalui surat tersebut, para senator meminta penjelasan resmi dari Meta terkait sejumlah isu teknis, termasuk potensi aktivasi kamera secara tidak sengaja serta manipulasi indikator lampu perekaman. Mereka juga menanyakan apakah kacamata pintar ini memiliki fitur pengaburan wajah dan pelat nomor kendaraan seperti yang diterapkan pada platform Facebook dan Instagram. Meta turut diminta menjelaskan mekanisme akses pegawai atau pihak ketiga terhadap gambar tangkapan, serta ketentuan pemanfaatannya untuk pelatihan model kecerdasan buatan.

Tuntutan Akuntabilitas dan Respons Perusahaan

Para senator mendesak Meta untuk mengungkapkan apakah perusahaan telah menjalankan uji tuntas hak asasi manusia serta pengujian keselamatan yang mendalam sebelum memasarkan perangkat tersebut ke publik. Meta diminta menyampaikan jawaban selambat-lambatnya pada perayaan Thanksgiving, yakni tanggal 26 November 2026. Desakan ini muncul di tengah panjangnya daftar keluhan terkait kacamata tersebut, termasuk laporan pengguna yang mendapati perangkat merekam percakapan pribadi tanpa persetujuan usai pembaruan perangkat lunak.

Perangkat kacamata pintar ini sebelumnya juga sempat terlihat digunakan oleh petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) Amerika Serikat saat melakukan penggerebekan, sementara unit kontra-terorisme Kepolisian New York juga menyampaikan kekhawatiran serupa mengenai pengawasan massal pada Januari tahun ini. Meski Gubernur California Gavin Newsom sempat memveto rancangan undang-undang pelarangan perekaman rahasia menggunakan perangkat sandang di area privat pada Oktober lalu, Wyden dan Markey tetap menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak Meta.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *