Internasional

Bolivia Darurat El Nino, Ancam Kekeringan dan Banjir

Bolivia Darurat El Nino, Ancam Kekeringan dan Banjir

Presiden Bolivia Rodrigo Paz menetapkan status darurat nasional untuk mengerahkan berbagai sumber daya serta memperkuat tanggap bencana di tengah ancaman kekeringan dan banjir parah akibat fenomena cuaca El Nino.

Paz menyatakan bahwa peristiwa tersebut akan membawa dampak yang sangat parah berupa kekeringan maupun banjir, sehingga pihaknya memerlukan kerja sama dari seluruh lembaga terkait seperti dilaporkan Deutsche Welle (dw.com).

Persiapan Menghadapi Cuaca Ekstrem

Keputusan presiden tersebut memungkinkan pengerahan tim penyelamat tambahan serta menyerukan koordinasi antara otoritas nasional dan regional, angkatan bersenjata, serta kepolisian.

Berdasarkan laporan pemerintah Bolivia, kekeringan telah berdampak pada sedikitnya 78.000 keluarga di tujuh dari sembilan departemen di negara tersebut serta menyebabkan kematian lebih dari 75.000 ekor sapi. Pihak berwenang juga memperingatkan potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor seiring dimulainya musim hujan.

Dampak Global Fenomena El Nino

El Nino merupakan pemanasan suhu permukaan laut secara berkala di wilayah ekuator Pasifik yang mengganggu pola cuaca global, yang kerap memicu kekeringan di sebagian wilayah dan curah hujan lebat di wilayah lainnya. El Nino saat ini berkembang pada bulan Juni dan menguat dengan cepat sehingga berpotensi menjadi fenomena yang sangat kuat atau yang sering disebut sebagai “super” El Nino.

Para peneliti memperkirakan suhu tinggi yang tidak biasa akibat El Nino saat ini dapat memicu sekitar 451.000 kematian berlebih di seluruh dunia dari Juni 2026 hingga Februari 2027. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan bahwa El Nino saat ini, yang diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan Desember, bergerak di luar batas normal dan dampaknya dapat berlangsung selama bertahun-tahun, sehingga PBB mendesak negara-negara di kawasan Pasifik untuk bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

Dalam kurun waktu sebulan terakhir, perubahan pola cuaca yang berkaitan dengan El Nino juga telah memicu kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, Topan Champi yang sangat kuat di Taiwan, Badai Isaias di Pantai Teluk AS, serta krisis air dan listrik di India akibat musim muson yang lemah. Sementara itu di Afrika, fenomena tersebut memicu banjir di Kenya serta risiko kekeringan di Afrika Selatan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *