Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Suyudi Ario Seto menyatakan pihaknya akan segera meluncurkan program Poliran atau Polisi Peduli Pengangguran guna memberdayakan warga yang belum memiliki pekerjaan. Rencana tersebut diungkapkan oleh Suyudi setelah menerima kunjungan dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto di Markas Besar Polri pada Jumat (30/10).
Pemberdayaan Melalui Bhabinkamtibmas dan Pelatihan Kerja
Suyudi menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dapat ditimbulkan oleh masalah pengangguran. Melalui aparat Bhabinkamtibmas yang didukung oleh para pendamping desa, pihak kepolisian akan melakukan perekrutan terhadap warga yang masih belum bekerja.
Setelah direkrut, warga tersebut akan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan bersama Kementerian Ketenagakerjaan sebelum akhirnya ditempatkan pada perusahaan-perusahaan mitra yang membutuhkan tenaga kerja. Kepolisian juga mengikat kerja sama tersebut melalui nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS).
Selain menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan, Suyudi menuturkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersedia di setiap provinsi. Kerja sama lintas instansi ini juga melibatkan Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan karena program tersebut turut menyasar para mantan pecandu narkoba yang baru menyelesaikan masa rehabilitasi.
Pelatihan keterampilan lunak atau soft skill akan diberikan agar masyarakat yang sebelumnya terkendala masalah pekerjaan dapat kembali produktif. Suyudi berharap langkah strategis ini mampu mengurangi tingkat pengangguran sekaligus mencegah peningkatan tindakan kriminal demi menjaga situasi kamtibmas yang tetap kondusif.








