Internasional

Galang Dana Konservasi £30 Juta Beli Rothbury Estate

Galang Dana Konservasi £30 Juta Beli Rothbury Estate
Daftar Isi
  1. Rencana Pemulihan Alam
  2. Dukungan Publik dan Tokoh
  3. Habitat dan Penolakan Warga

Para pegiat konservasi berhasil menyelesaikan pembelian kawasan daratan luas Rothbury Estate setelah penggalangan dana publik senilai 30 juta poundsterling atau sekitar Rp614 miliar yang berjalan selama dua tahun. Upaya tersebut mendapat dukungan dari tokoh penyiaran terkenal, Sir David Attenborough.

Rencana Pemulihan Alam

The Wildlife Trusts yang menaungi 47 badan amal konservasi bersama Northumberland Wildlife Trust (NWT) berencana meningkatkan warisan alam di Rothbury Estate. Kawasan seluas 9.500 hektare itu sebelumnya merupakan lahan berburu burung belibis, hutan, dan lahan pertanian, setelah sebelumnya muncul kekhawatiran wilayah tersebut akan dibagi ke tangan banyak pemilik.

Kawasan itu dulunya dimiliki oleh Lord Max Percy yang merupakan putra bungsu Duke of Northumberland. Tanah tersebut telah berada di dalam keluarga bangsawan itu selama sekitar 700 tahun dan diyakini sebagai lahan terbesar yang dijual di Inggris dalam beberapa dekade terakhir.

Organisasi margasatwa membeli sebagian awal lahan di Simonside Hills pada tahun 2024. Pembelian itu disertai kesepakatan untuk mengambil alih sisa lahan jika mereka mampu mengumpulkan dana 30 juta poundsterling dalam waktu dua tahun, dengan ambisi mengubahnya menjadi koridor liar sepanjang 64 kilometer dari pesisir timur laut hingga Kielder dan perbatasan Skotlandia.

Pihak pengelola mengumumkan bahwa mereka telah mengambil pinjaman bunga rendah guna menjembatani kekurangan pendanaan jangka pendek antara dana sumbangan yang belum cair dan target penggalangan dana.

Dukungan Publik dan Tokoh

Kepala Eksekutif NWT, Mike Pratt, menilai kampanye tersebut luar biasa karena peluang dengan skala sebesar itu sangat langka. Ia menyebut langkah ini berpotensi menciptakan pusat pemulihan alam yang didukung pertanian berkelanjutan serta mendatangkan manfaat jangka panjang bagi satwa liar dan ekonomi perdesaan.

Dukungan dari Sir David Attenborough selaku presiden emeritus Wildlife Trusts pada tahun lalu memicu lonjakan donasi hingga lebih dari 1 juta poundsterling dari seluruh dunia dalam kurun waktu sepekan. Menurut Sir David, peluang mewujudkan visi kawasan tempat manusia dan alam hidup berdampingan kini menjadi kenyataan.

NWT mencatat lebih dari 25.000 orang memberikan donasi, ditambah kontribusi besar seperti hibah senilai 5 juta poundsterling dari National Lottery Heritage Fund pada bulan Maret tahun ini. Departemen Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan Inggris (Defra) turut menjanjikan dana sebesar 1,94 juta poundsterling pekan ini untuk mencukupi target anggaran.

Habitat dan Penolakan Warga

Para pegiat konservasi menyatakan kawasan tersebut memiliki sejumlah habitat penting bagi margasatwa, termasuk beberapa wilayah yang ditetapkan sebagai Situs Kepentingan Ilmiah Khusus. Burung gajak gulung, kumbang gunung, burung trulek, dan tupai merah yang terancam punah telah menjadikan tempat itu sebagai habitat mereka, sementara ikan salmon dan belut yang terancam terlihat di sungai-sungai.

Namun, rencana pembelian tersebut tidak didukung sepenuhnya oleh semua pihak. Chris Armstrong selaku petani penyewa yang mengelola 1.000 hektare lahan di dekat lokasi tersebut menilai komunitas terbelah menyikapi rencana itu dan menganggap pembelian lahan oleh yayasan sebagai sebuah kebodohan.

Kritik juga datang dari Ketua Konservatif Northumberland, Councillor Guy Renner-Thompson, yang menyoroti kucuran dana dari Defra karena pemerintah dinilai salah prioritas di tengah kesulitan petani mengakses insentif pertanian berkelanjutan. Menanggapi hal tersebut, Menteri Alam Jenny Riddell-Carpenter menyatakan pemerintah turut membantu setelah melihat dukungan ribuan warga untuk kesempatan yang hanya datang sekali seumur hidup.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *