Daftar Isi
Sedikitnya 14 taman nasional di Indonesia dilaporkan mengalami kebakaran sepanjang 2026. Lembaga pemerhati lingkungan, Walhi menyebut kejadian tersebut sebagai yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Penilaian Walhi dan Kondisi di Way Kambas
Manager Kampanye Hutan dan Kebun Walhi Nasional, Uli Arta Siagian, menilai masifnya kebakaran di taman nasional menunjukkan gagalnya peran Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional yang dipimpin Hashim Djojohadikusumo. Menurut Uli, asumsi awal bahwa Satgas tersebut dibentuk hanya berorientasi mendapatkan uang dengan klaim menjaga taman nasional akhirnya terbukti.
Dalam perkembangannya, seperti dilaporkan BBC News Indonesia, pihak otoritas mengklaim kebakaran di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, sudah berhasil dipadamkan. Humas Balai TNWK, Riri Fitriandi, mengatakan kebakaran yang terjadi sejak Agustus 2026 berada di lokasi berbeda dengan titik api yang kembali muncul pada September dan Oktober di wilayah utara berikon gambut serta kawasan perbatasan dengan PT Great Giant Pineapple (GGP).
Daftar Taman Nasional yang Terbakar
Sepanjang 2026, sejumlah taman nasional di berbagai wilayah Indonesia turut dilanda kebakaran. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur mengalami karhutla sejak Agustus dengan luas mencapai 3.531 hektare dan menewaskan enam relawan. Di Jambi, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) mencatat karhutla seluas 1.776 hektare, sementara Taman Nasional Gunung Ciremai di Jawa Barat mencatat luas terbakar sekitar 30 hingga 60 hektare pada Oktober.
Wilayah lainnya meliputi Taman Nasional Tambora di Nusa Tenggara Barat seluas 1.956 hektare, Taman Nasional Manusela di Maluku seluas 26 hektare, serta Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Kalimantan Tengah seluas 121 hektare. Kebakaran juga melanda Taman Nasional Gunung Gede Pangrango seluas 20 hektare, Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai di Sulawesi Tenggara seluas 192 hektare, serta Taman Nasional Matalawa di Sumba Tengah seluas 1,96 hektare.
Selain itu, karhutla terjadi di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Sulawesi Selatan seluas hampir 26 hektare, Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah seluas 1.234 hektare, serta dua wilayah di Papua yaitu Taman Nasional Wasur seluas 8.708 hektare dan Taman Nasional Lorentz seluas 6.532 hektare.
Tanggapan Satgas Taman Nasional
Dalam pernyataan tertulis kepada BBC News Indonesia pada Kamis (29/10), Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menyatakan kutipan Walhi merupakan kesimpulan yang salah dan tidak berdasar, serta menyampaikan keprihatinan atas kebakaran dan simpati kepada pihak terdampak. Satgas menjelaskan tugas mereka berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 adalah menyusun strategi investasi, mengevaluasi regulasi, serta mengupayakan pendanaan konservasi.
Satgas menambahkan bahwa hingga hak jawab tersebut ditulis, belum terdapat penerimaan maupun penyaluran dana melalui skema pembiayaan baru yang sedang disusun, serta menyatakan terbuka terhadap pengawasan publik terkait perkembangan pendanaan dan penggunaannya di masa mendatang.
Sumber: BBC News Indonesia








