Berita Utama

Pemprov Jateng Raih Rekor MURI Kumpul Minyak Jelantah

Pemprov Jateng Raih Rekor MURI Kumpul Minyak Jelantah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas capaian pengumpulan minyak jelantah terbanyak, seperti dilaporkan detikcom. Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Perwakilan Senior MURI Wilayah Semarang dan Jawa Tengah, Ari Andriani, kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada Senin (2/11/2026).

Manfaat Kesehatan dan Pengelolaan Sampah

Taj Yasin, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Tahun 2026 di Gedung Grhadika Bhakti Praja, menjelaskan bahwa gerakan pengumpulan limbah minyak goreng bekas tersebut tidak hanya berfokus pada kelestarian lingkungan. Menurutnya, langkah ini berperan penting dalam menjaga kesehatan warga agar tidak mengonsumsi minyak yang digunakan berulang kali.

Di samping urusan pengelolaan limbah, Taj Yasin turut menyambut baik dorongan penguatan peran Posyandu di Jawa Tengah. Ia menilai fungsi para kader Posyandu perlu diperluas hingga mendampingi warga dalam mengakses program perlindungan sosial sekaligus membenahi keakuratan data kemiskinan di lapangan.

Inovasi Mesin ATM Biodrop dan Kerja Sama Undip

Sementara itu, Ketua Posyandu Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin memaparkan bahwa gerakan pengumpulan minyak jelantah telah mencakup 35 kabupaten dan kota. Inisiatif tersebut terus diperluas melalui kolaborasi bersama sektor swasta, salah satunya lewat penyediaan mesin ATM biodrop. Sarana ini memungkinkan masyarakat menyetorkan minyak jelantah dan memperoleh imbalan uang yang ditransfer langsung ke rekening bank mereka.

Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk meluncurkan Program Pandu Tangguh. Program ini dihadirkan untuk meningkatkan pemahaman kader Posyandu di 35 kabupaten dan kota dalam mengoperasikan aplikasi Perlinsos. Melalui pelatihan tersebut, para kader diharapkan bisa membantu masyarakat rentan yang mengalami ketidaksesuaian data kesejahteraan sosial maupun saat mengajukan keberatan terkait bantuan sosial.

Guna memperkuat layanan kesehatan jiwa di tingkat masyarakat, Posyandu Jawa Tengah turut menjalin kemitraan dengan Universitas Diponegoro, khususnya di bidang psikologi. Kerja sama ini dirancang untuk mengembangkan fasilitas kesehatan mental di Posyandu sekaligus memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk berpartisipasi lewat penelitian dan kegiatan KKN tematik.

Acara rapat koordinasi tersebut diakhiri dengan penyerahan apresiasi kepada sejumlah jajaran Posyandu tingkat kabupaten/kota, desa, hingga kelurahan atas inovasi layanan mereka. Saat ini, jumlah Posyandu yang terdaftar di wilayah Jawa Tengah telah mencapai lebih dari 20.000 unit, menjadi angka registrasi tertinggi di Kementerian Kesehatan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *