Teknologi

Pilihan Keyboard Unik yang Digunakan Para Jurnalis The Verge

Pilihan Keyboard Unik yang Digunakan Para Jurnalis The Verge
Daftar Isi
  1. Pilihan Ergonomis dan Fungsional
  2. Koleksi Keyboard Mekanik Kustom
  3. Kesederhanaan Perangkat Nirkabel Apple

Keyboard sering kali dianggap sebagai antarmuka utama penghubung antara otak manusia dan komputer. Para staf dan editor di The Verge menggunakan beragam jenis papan ketik, mulai dari perangkat utilitarian yang mengutamakan ergonomis hingga papan ketik mekanik yang dirancang secara khusus.

Pilihan Ergonomis dan Fungsional

Jay Peters, seorang jurnalis senior, mengandalkan Kinesis Freestyle Pro yang telah digunakannya sejak akhir dekade 2010-an untuk mengatasi masalah nyeri pergelangan tangan. Ia melengkapi perangkat tersebut dengan aksesori penopang telapak tangan dan modul sudut agar terasa nyaman saat mengetik dalam waktu lama. Di sisi lain, Kallie Plagge memilih Keychron K2 untuk bekerja, sementara untuk komputer rumah ia menggunakan papan ketik mekanik berkabel Logitech G713 dengan sandaran tangan berbentuk awan demi menghemat ruang meja.

Robert Hart menggunakan Keychron K2 Pro karena ukurannya yang ringkas dan mudah dipindahkan, meski ia sempat mencoba beberapa model ergonomis seperti Microsoft Sculpt Ergonomic Desktop dan Logitech Ergo K860. Sementara itu, Elizabeth Lopatto memilih Kinesis Gaming Freestyle Edge RGB yang dilengkapi sakelar Cherry MX Blue agar menghasilkan suara bising yang memuaskan saat ia mengerjakan teka-teki silang guna menghindari cedera tekanan berulang.

Koleksi Keyboard Mekanik Kustom

Jacob Kastrenakes menggunakan papan ketik yang dirakit khusus dengan kasing Boop Redux, penutup tombol GMK Dots, dan sakelar Silent Bluish White (V2). Meskipun ukurannya lebih besar dan membuat kecepatan mengetiknya sedikit melambat, perangkat tersebut memberikan kepuasan tersendiri secara visual. Antonio G. Di Benedetto, seorang pengulas laptop, masih mempertahankan TM680 (Gamakay LK67) rakitannya dari tahun 2011 yang telah dimodifikasi secara mandiri dengan melumasi setiap sakelar dan menambahkan busa peredam.

Nathan Edwards gemar mengoleksi dan memodifikasi papan ketik, termasuk Leopold FC660C buatan tahun 2017 serta Omnitype Bauer Lite berwarna oranye terang. Brad Bourque mengandalkan NovelKeys NK65 berwarna putih dengan penutup tombol SA Mizu, sementara Stevie Bonifield memilih NuPhy Halo75 V2 untuk perpindahan perangkat yang mulus antara Mac dan Linux.

Kesederhanaan Perangkat Nirkabel Apple

Beberapa editor memilih untuk tetap menggunakan produk standar tanpa banyak penyesuaian. Danielle Steussy dan Nilay Patel sama-sama setia menggunakan lini Apple Magic Keyboard berukuran penuh dengan bantalan angka selama bertahun-tahun. David Pierce sempat beralih ke Apple Magic Keyboard demi memanfaatkan tombol pemindai sidik jari Touch ID agar tidak perlu terus-menerus mengetik kata sandi pengelola kata sandinya.

Andrew J. Hawkins menikmati nuansa retro dari NuPhy Air75, sedangkan Adi Robertson memilih Iqunix MQ80 berprofil rendah setelah sempat mengalami masalah pembengkakan baterai pada perangkat sebelumnya. Sean Hollister menggunakan Keychron V1 Max yang dipasangi sakelar Boba U4 senyap agar tidak mengganggu rekan sekantor, dan Meredith Haggerty cukup menggunakan papan ketik bawaan pada laptop M2 MacBook Air kantornya yang sering kali dipenuhi remah makanan.

Emma Roth melaporkan hubungannya yang kurang harmonis dengan Corsair K55 RGB Pro miliknya yang terkadang mengalami kendala pencahayaan saat komputer dihidupkan. TC Sottek melengkapi kesehariannya dengan Keychron K2 bertata letak 75 persen setelah beberapa kali mengalami insiden cairan tumpah pada papan ketik mahalnya di masa lalu.

Sumber: The Verge

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *