Daftar Isi
Manchester City CEO Ferran Soriano telah menolak penjelasan mengenai pertemuan rahasia antara petinggi Liverpool, Manchester United, dan Arsenal pada tahun 2017. Pertemuan tersebut dipandang sebagai bukti kuat atau senjata makan tuan yang membuktikan keberadaan kelompok yang dijuluki sebagai ‘Red Cartel’.
Bukti S sponsorship Palsu dan Sanksi
Klub berjuluk The Citizens tersebut dinyatakan bersalah oleh sebuah komisi independen bulan lalu karena melanggar 114 aturan Premier League. Panel menemukan bahwa klub menggunakan kesepakatan sponsor palsu untuk mendongkrak pendapatan mereka sekitar 900 juta poundsterling antara tahun 2009 dan 2018. Saat ini, klub telah mengajukan banding atas putusan tersebut karena bersikeras tidak bersalah dan mengklaim memiliki bukti tak terbantahkan berupa dokumen yang menunjukkan dana sponsor berasal dari pemerintah Abu Dhabi.
Berbagai kemungkinan hukuman menanti klub jika banding gagal, mulai dari denda, larangan transfer, pengurangan poin, pengusiran dari Premier League, hingga pencabutan gelar juara. Selain itu, para pemilik klub juga berisiko disingkirkan oleh Regulator Sepak Bola Independen.
Pertemuan di New York dan Tuduhan Konspirasi
Ketika Soriano menolak putusan panel independen bulan lalu, ia sempat menyinggung tentang teori konspirasi Premier League. Laporan dari ESPN merinci bahwa komentar tersebut diarahkan tidak hanya kepada pihak penyelenggara liga, melainkan juga kepada kelompok lama yang terdiri dari Liverpool, Arsenal, dan Manchester United.
Teori mengenai keberadaan ‘Red Cartel’ semakin menguat sejak vonis bersalah dijatuhkan. Para pemangku kepentingan Manchester City mengklaim bahwa tiga tim terbesar Liga Inggris tersebut bersekutu untuk menghentikan kebangkitan klub mereka dengan melobi aturan financial fair play yang ketat.
Sebuah foto yang diambil oleh pengunjung di restoran New York milik Robert de Niro menjadi barang bukti utama dalam argumen tersebut. Pemilik Manchester United Joel dan Avram Glazer serta wakil ketua eksekutif Ed Woodward terlihat duduk bersama pemilik Liverpool John W. Henry dan CEO Arsenal saat itu, Ivan Gazidis, di restoran Locanda Verde di Tribeca pada Oktober 2017. Pertemuan itu berlangsung sepekan sebelum pemungutan suara Premier League mengenai distribusi pendapatan siaran global di masa depan.
Sikap Petinggi City dan Rivalitas Klub
Meskipun absennya Chelsea, Manchester City, dan Tottenham dijelaskan karena ketiga anggota ‘Red Cartel’ tersebut memiliki pemilik asal Amerika Serikat, sumber-sumber menyebutkan bahwa Soriano dan para petinggi City tidak pernah menerima alasan tersebut. Mereka di level tertinggi meyakini bahwa rival-rival berkostum merah tersebut berkeinginan menciptakan lingkungan yang menyulitkan City meraih kesuksesan.
Seorang narasumber yang memiliki hubungan dekat dengan Manchester City menyatakan kepada ESPN bahwa sejak hari pertama, United, Arsenal, dan Liverpool merasa ketakutan kehilangan dominasi mereka di Premier League maupun bursa transfer. Kehadiran Sheikh Mansour pada tahun 2008 dinilai mengubah segalanya setelah sebelumnya Chelsea juga menjadi masalah bagi mereka di bawah kepemilikan Roman Abramovich.
Kubu City juga merasa tidak senang ketika para tokoh senior di Manchester United dan Liverpool diberikan akses khusus kepada kandidat yang bersaing menggantikan Scudamore sebagai CEO Premier League. Meskipun tidak ada kandidat tersebut yang akhirnya dipekerjakan, City melihat hal itu sebagai bukti nyata adanya bias. Kekecewaan mereka turut ditambah dengan banyaknya mantan pemain United, Liverpool, dan Arsenal yang bekerja di media dan kerap melontarkan kritik kepada klub.








