Teknologi

Jajak Pendapat: Apakah Layar Sentuh di Laptop Berguna?

Jajak Pendapat: Apakah Layar Sentuh di Laptop Berguna?

Konsep layar sentuh pada komputer jinjing bukanlah hal baru, namun perdebatan mengenai kegunaannya kembali mengemuka setelah Apple meluncurkan MacBook Pro dengan layar sentuh OLED. Pernyataan mendiang Steve Jobs pada tahun 2010 silam kembali disorot, di mana ia menyebut bahwa permukaan sentuh vertikal memiliki ergonomi yang sangat buruk dan menyebabkan kelelahan pada tangan pengguna dalam jangka panjang.

Evolusi Perangkat dan Pandangan Industri

Meskipun Apple sempat menolak gagasan tersebut selama bertahun-tahun, kini mereka bergabung dengan para produsen lain yang telah lebih dulu mengadopsi teknologi ini. Sejumlah perangkat dari lini Microsoft Surface, berbagai laptop berbasis Windows pada ARM yang meneladani era Windows 8, hingga beragam laptop x86 konvensional telah lama menawarkan fitur layar sentuh kepada para penggunanya.

Pertanyaan Seputar Ergonomi dan Desain

John Ternus, yang menjabat sebagai Wakil Presiden Teknik Perangkat Keras sejak tahun 2012 dan memimpin transisi silikon Mac, kini turut mengawasi penerapan layar sentuh berbasis OLED pada MacBook terbaru. Meskipun demikian, MacBook baru tidak dilengkapi dengan engsel tiga ratus enam puluh derajat atau desain hibrida dua-dalam-satu yang dapat beralih sepenuhnya menjadi mode tablet.

Kini para pengguna diminta untuk menilai apakah pandangan Steve Jobs mengenai ergonomi layar sentuh masih relevan atau apakah teknologi tersebut memang benar-benar dibutuhkan pada laptop masa kini.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *