Sport

Suporter Kilmarnock Mulai Kehilangan Kesabaran

Suporter Kilmarnock Mulai Kehilangan Kesabaran

Empat gol tercipta, permainan apik diperagakan, dan banyak peluang lahir dari tim tuan rumah saat Kilmarnock menjamu St Johnstone. Namun, hasil akhir tersebut justru disambut dengan sorohan cemoohan yang nyaring serta gestur tunjuk kemarahan dari sebagian suporter Kilmarnock.

Kekecewaan Suporter dan Tekanan untuk Manajer

Kemarahan para pendukung yang muncul setelah hasil yang membawa klub asal Ayrshire itu keluar dari dasar klasemen Scottish Premiership menunjukkan situasi yang tidak biasa. Kesabaran para penonton setia di Stadion Rugby Park tampaknya mulai menipis, yang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi manajer Neil McCann karena timnya baru meraih dua kemenangan liga sepanjang musim ini.

Gagal mengalahkan St Johnstone di kandang sendiri ketika tim tamu harus bermain dengan sepuluh pemain selama 80 menit merupakan hal berat bagi manajer mana pun. Menurut McCann kepada BBC Scotland, fakta bahwa lawan mampu mencetak dua gol dengan sepuluh pemain adalah kenyataan yang sangat menyakitkan.

McCann menyatakan bahwa timnya membutuhkan dukungan lebih dari sebelumnya karena para pemain telah bekerja dengan mengerahkan segala kemampuan. Ia menambahkan bahwa tidak ada kekurangan kemauan atau usaha untuk memenangi pertandingan, serta menegaskan dirinya tidak merasa tertekan secara pribadi melainkan merasa iba kepada para pemain yang mendapat tekanan.

Statistik Positif yang Berakhir Kecewa

Kilmarnock sebenarnya tidak bermain buruk, yang dibuktikan lewat catatan statistik pertandingan. Skuad asuhan McCann mencatatkan 22 percobaan gol, yang merupakan jumlah tertinggi mereka dalam satu pertandingan liga musim ini, serta melakukan 542 operan.

Akan tetapi, kenyataan bahwa mereka melawan sepuluh pemain hampir sepanjang laga menjadi pil pahit bagi sang manajer. McCann menyayangkan kegagalan memanfaatkan banyak peluang yang diciptakan, seraya mengakui bahwa terkadang melawan tim dengan sepuluh pemain justru sulit dan membutuhkan kesabaran.

Kesabaran tersebut tampaknya menjadi masalah besar bagi sang mantan pemain sayap Rangers dan Hearts, mengingat kesabaran dalam sepak bola modern sangat terbatas. Setelah menelan kekalahan dalam dua laga sebelumnya, perolehan satu poin dari sembilan angka maksimal tentu tidak meredakan keluhan para suporter yang sudah merasa kecewa.

McCann merasakan ketidaknyamanan di dalam stadion bahkan ketika timnya sedang unggul dua berbanding satu, dan situasi itu dinilai memengaruhi para pemain. Ia menyebut timnya sempat terburu-buru dan panik ketika kedudukan menjadi imbang dua sama padahal waktu masih panjang.

Tantangan berikutnya bagi Kilmarnock dan sang manajer adalah menghadapi juara bertahan sekaligus pemuncak klasemen, Celtic, dalam laga tandang sebelum jeda internasional. Pasukan asuhan Martin O’Neill pernah mencetak lima gol di Rugby Park pada Agustus lalu, sementara dalam tiga kunjungan terakhir ke markas Celtic, Kilmarnock telah kebobolan 13 gol dan tidak pernah menang di sana sejak Oktober 2012.

Klub dan manajer yang baru mengemas dua kemenangan dari 11 laga terakhir di semua kompetisi ini akan kesulitan memulihkan kepercayaan diri di stadion yang kerap dianggap tidak bersahabat. Kendati demikian, perjalanan musim mereka tidak akan ditentukan oleh hasil di Celtic Park, melainkan oleh pertandingan-pertandingan selanjutnya melawan Aberdeen, St Mirren, dan Hibs.

Sumber: BBC Sport

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *