Politik

Demokrat Michigan Dukung Politikus Republik Jelang Pemilu Senat

Demokrat Michigan Dukung Politikus Republik Jelang Pemilu Senat
Daftar Isi
  1. Dukungan Mengejutkan untuk Kubu Seberang
  2. Reaksi Keras dan Kekecewaan Pemilih
  3. Pertarungan Kursi Senat yang Ketat

Seorang politikus Partai Demokrat di Michigan memberikan dukungan kepada kandidat dari Partai Republik dalam pemilihan Senat Amerika Serikat yang krusial. Keputusan ini diambil di tengah perseteruan yang memanas dengan kandidat dari partainya sendiri, Abdul El-Sayed, hanya beberapa hari menjelang hari pemungutan suara.

Dukungan Mengejutkan untuk Kubu Seberang

Haley Stevens, seorang anggota Kongres petahana yang kalah dari El-Sayed dalam pencalonan Senat dari Partai Demokrat, tampil secara mengejutkan di samping kandidat Partai Republik, Mike Rogers, di sebuah gereja. Dalam sebuah video yang diunggah ke platform X tidak lama setelah penampilannya itu, Stevens menyatakan bahwa dirinya tidak berasal dari kubu kampanye Abdul.

Stevens mengatakan kepada para wartawan usai kebaktian gereja bahwa El-Sayed secara jelas menyatakan dirinya tidak lagi disambut dan tidak diinginkan dalam kampanye tersebut. Keduanya sedianya dijadwalkan tampil bersama dalam acara lain, namun El-Sayed meminta agar Stevens tidak hadir. Perselisihan publik mereka sebelumnya dipicu oleh sebuah iklan kampanye dari kelompok liberal luar yang menyalahkan Israel atas tingginya harga bahan pangan, yang dikritik oleh El-Sayed yang mengaku tidak terlibat dalam konten tersebut.

Ketika dimintai tanggapan mengenai dukungan tersebut, El-Sayed menyatakan kepada para wartawan bahwa dirinya hanya fokus pada permasalahan yang dihadapi oleh warga Michigan dan menyebut hal itu tidak menjadi masalah baginya. Sementara itu, Mike Rogers menyambut baik dukungan Stevens dan menyebutnya sebagai tindakan yang menunjukkan keberanian. Presiden Donald Trump turut memberikan tanggapan melalui Truth Social dengan menyatakan bahwa Stevens telah menunjukkan loyalitas yang hebat kepada warga Michigan.

Reaksi Keras dan Kekecewaan Pemilih

Keputusan Stevens memicu gelombang kemarahan di internal partai. Sejumlah staf Stevens dikabarkan langsung mengundurkan diri tak lama setelah pengumuman tersebut disampaikan. Ketua Partai Demokrat di Michigan, Curtis Hertel, menyatakan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa keputusan itu menunjukkan Stevens telah meninggalkan segala hal yang selama ini ia perjuangkan dan berupaya memecah belah partai.

Senator Demokrat Chuck Schumer mengecam langkah tersebut sebagai sebuah pengkhianatan yang tercela terhadap partai politik. Senator Negara Bagian Mallory McMorrow juga menilai tindakan Stevens lebih didasarkan pada perasaan pribadi ketimbang kepentingan warga Michigan. Di sisi lain, para pemilih di pusat kota Detroit yang ditemui oleh BBC News menyampaikan kekecewaan mendalam, dengan sejumlah pemilih menilai tindakan tersebut sebagai sebuah pengkhianatan terhadap nilai-nilai partai. Sementara itu, para pendukung Republik berpendapat bahwa tindakan Stevens tidak akan mengubah pilihan para pemilih karena didasari oleh amarah.

Pertarungan Kursi Senat yang Ketat

Kontes Senat di Michigan dinilai oleh para pengamat sebagai salah satu pemilu paruh waktu yang paling ketat untuk menentukan partai yang akan mengendalikan Kongres selama dua tahun mendatang. Kursi Senat tersebut saat ini dipegang oleh seorang Demokrat yang akan pensiun, dan terakhir kalinya seorang Republikan terpilih untuk kursi ini adalah pada tahun 1994. Meskipun demikian, Michigan merupakan salah satu negara bagian penentu yang krusial dalam pemilihan presiden.

Persaingan sengit dalam pemilu pendahuluan sebelumnya mempertemukan El-Sayed, seorang tokoh sayap kiri pendatang baru yang merupakan putra imigran asal Mesir, dengan Stevens yang merupakan seorang Demokrat berhaluan lebih moderat dan didukung oleh tokoh partai seperti Gubernur Michigan Gretchen Whitmer. Perseteruan ini menyoroti perpecahan arah partai menjelang pemilihan presiden tahun 2028.

Pemungutan suara untuk pemilihan paruh waktu Amerika Serikat akan segera dilangsungkan untuk menentukan kendali atas kursi di Senat.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *