Internasional

Senator AS Dan Sullivan Janji Terima Hasil Pemilu Alaska

Senator AS Dan Sullivan Janji Terima Hasil Pemilu Alaska

Senator dari Partai Republik, Dan S. Sullivan, berjanji untuk menerima hasil pemilihan umum hanya berselang beberapa hari setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengajukan gugatan hukum. Gugatan tersebut berupaya untuk membatalkan pengesahan hasil pemilihan Senat AS mendatang jika petahana dari Partai Republik itu mengalami kekalahan.

Pernyataan Sullivan dan Tuduhan Kecurangan

Berbicara kepada CNN pada hari Minggu, Sullivan menyatakan bahwa dirinya akan menerima hasil pemilu menjelang pemungutan suara paruh waktu pada tanggal 3 November yang akan menentukan kendali Kongres AS. Ia mengaku yakin dapat meraih kemenangan sembari melontarkan tuduhan kecurangan kepada pesaingnya dari Partai Demokrat, Mary Peltola.

Menurut laporan surat kabar New York Times yang terbit pada hari Rabu, anggota kampanye Peltola diduga membantu merekrut seorang pensiunan guru bernama Dan J. Sullivan Jr. untuk maju sebagai kandidat pengecoh demi mengalihkan suara dari sang senator. Pemberitaan tersebut tampaknya memicu dorongan hukum lanjutan dari pemerintahan Trump untuk melarang Alaska mengesahkan hasil pemilu apabila Senator Sullivan kalah.

Keputusan Hakim dan Tanggapan Kandidat

Hakim Pengadilan Distrik AS, Sharon Gleason, menolak gugatan tersebut pada hari Minggu dengan alasan langkah itu tidak realistis karena banyak pemilih yang sudah memberikan suara dan surat suara telah bercampur sehingga identitas setiap pemilih tidak bisa lagi dikenali. Departemen Kehakiman menyatakan pada hari Minggu bahwa mereka berencana untuk mengajukan banding atas putusan Hakim Gleason.

Peltola menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam perekrutan kandidat Sullivan yang lain dan menyebut isu tersebut sebagai pengalih perhatian dari persoalan utama yang dihadapi warga Alaska, yakni lonjakan harga. Berdasarkan wawancara dengan stasiun lokal KTUU sebelum kampanye akbar pada hari Jumat, ketika ditanya apakah ada orang dalam timnya yang terlibat dalam perekrutan itu, Peltola menjawab bahwa ia tidak tahu sama sekali.

Pemilihan Senat di Alaska merupakan salah satu dari tujuh arena pertarungan krusial yang kemungkinan besar akan menentukan apakah Partai Republik mampu mempertahankan mayoritas kursi mereka di majelis tinggi Kongres AS. Menjelang akhir masa kampanye, kedua kandidat memanfaatkan waktu tersisa untuk menemui para pemilih di berbagai wilayah Alaska.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *