Andy Burnham menolak tuduhan yang menyebutkan bahwa dirinya telah menghentikan para menteri untuk berbicara secara terbuka mengenai rencana hubungan yang lebih erat dengan Uni Eropa.
Tanggapan Terkait Isu Pembungkaman Menteri
Sebelumnya, dilaporkan bahwa Burnham mengirimkan surat kepada para menteri yang meminta mereka agar tidak mengadvokasi opsi tertentu atau memberikan pendapat mengenai hasil akhir dari proses tersebut. Surat ini dikirimkan seiring langkahnya membuka perdebatan untuk membentuk keterikatan yang lebih dekat dengan blok Eropa. Di media GB News, kebijakan ini sempat diberitakan dengan judul yang menyebutkan bahwa Burnham membungkam kabinet terkait rencana bergabung kembali dengan UE.
Ketika ditanya dalam wawancara bersama para penyiar mengenai apakah ia menghalangi para menteri untuk bersuara, Burnham memberikan bantahan tegas. “Not in the slightest. I have been working with the cabinet on the approach that we’re taking to Europe, and we have a clear approach now as we go into the next UK-EU summit, which is three weeks away,” ujar Burnham.
Pandangan Mengenai Perjanjian Brexit
Dalam surat yang dikirimkan kepada para menteri kabinet, Burnham menyampaikan pandangannya secara terbuka mengenai kondisi kesepakatan Brexit saat ini. Ia menilai bahwa kesepakatan Brexit yang dirundingkan oleh pemerintahan Konservatif sebelumnya tidak cukup baik bagi Inggris. Menurutnya, hal tersebut telah memicu dekade pertumbuhan yang lambat, membebani dunia usaha dengan birokrasi tambahan, serta memperlemah kemampuan mengendalikan imigrasi. “It is a harder Brexit than was promised at the EU referendum,” ucap Burnham.
Menatap KTT Inggris-UE yang dijadwalkan pada 20 November mendatang, Burnham menyatakan niatnya untuk mengamankan kesepakatan terkait makanan dan minuman, perdagangan emisi, serta program mobilitas pemuda. Ia juga berencana memaparkan langkah-langkah berikutnya guna mengkaji hubungan jangka panjang Britania Raya dengan Uni Eropa. Menurutnya, dinamika kedua belah pihak telah banyak berubah dalam satu dekade terakhir sejak pemungutan suara Brexit, sehingga pengaturan masa depan harus realistis dan responsif terhadap realitas baru.
Burnham menegaskan bahwa perubahan mendasar terhadap arah hubungan tersebut harus diputuskan oleh publik dan menjadi urusan parlemen berikutnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah memiliki mandat yang disepakati bersama untuk menghadapi KTT, di mana kebijakan selanjutnya adalah mengeksplorasi berbagai opsi jangka panjang tanpa membiarkan menteri secara individu memberikan opini prematur mengenai hasil proses tersebut.
Sumber: World news | The Guardian








