Daftar Isi
Menteri Dalam Negeri India Amit Shah pada Jumat menantang para pemimpin oposisi Rahul Gandhi dan Akhilesh Yadav untuk mendiskusikan dugaan kecurangan pemilihan umum di parlemen. Tantangan tersebut dilayangkan di tengah persiapan blok oposisi yang menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menentang Kepala Komisi Pemilihan Umum Gyanesh Kumar.
Tantangan Debat dan Rencana Aksi Oposisi
Amit Shah menyatakan kesiapannya untuk mengadakan sidang khusus parlemen guna membahas tuduhan pencurian suara. Ia menuding kubu oposisi melontarkan tuduhan tidak berdasar terhadap Komisi Pemilihan Umum serta menggelar aksi protes tanpa mau membawanya ke dalam perdebatan parlemen.
Pernyataan tersebut muncul saat aliansi oposisi INDIA bersiap menggelar pemakzulan publik simbolis terhadap Kumar, yang dilanjutkan dengan unjuk rasa di Lapangan Ramlila Delhi. Sekitar 30 pembicara dari 21 partai oposisi dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.
Oposisi menuntut pengunduran diri Kumar terkait perannya dalam Revisi Intensif Khusus daftar pemilih serta penghapusan program tersebut. Mereka menilai langkah itu berpotensi menghilangkan hak pilih warga dan menguntungkan partai berkuasa Bharatiya Janata Party (BJP).
Melalui platform media sosial X, Rahul Gandhi menyerukan kepada setiap pihak yang peduli terhadap demokrasi untuk ikut serta dalam aksi tersebut. Dukungan serupa juga disampaikan oleh partai pemuda Cockroach Janta Party (CJP) yang siap mendukung organisasi penjuang pemilu yang bebas dan adil di India.
Insiden Kolam Renang dan Sensus Penduduk
Dalam perkembangan lain di Bengaluru, seorang warga negara Jerman dan seorang warga Slovakia tewas dalam insiden dugaan sengatan listrik di kolam renang hotel bintang lima Conrad. Korban masing-masing berusia 57 dan 45 tahun, sementara seorang turis Amerika Serikat dan pegawai hotel dilaporkan mengalami luka-luka saat berupaya melakukan penyelamatan.
Manajemen hotel menyampaikan bahwa mereka bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang setempat dan penyebab insiden tersebut belum dapat dipastikan. Kondisi para korban yang sempat terluka dilaporkan stabil dan segera diperbolehkan pulang.
Sementara itu, pemerintah India menjadwalkan pelaksanaan sensus penduduk berikutnya mulai 25 Januari hingga 28 Februari 2027, yang dilanjutkan dengan revisi pada Maret mendatang. Otoritas setempat menyatakan opsi pendaftaran mandiri akan dibuka sebelum petugas mendatangi rumah warga secara langsung.
Unjuk Rasa Mahasiswa dan Rekor Suhu Dingin Delhi
Di New Delhi, mahasiswa Universitas Jamia Millia Islamia menggelar pawai kemenangan di lingkungan kampus setelah pihak administrasi setuju untuk memulihkan serikat mahasiswa dan menetapkan jadwal pemilihan. Keputusan tersebut diambil setelah mahasiswa melancarkan aksi mogok makan selama 18 hari.
Berdasarkan perintah resmi pihak kampus, konstitusi serikat mahasiswa akan diselesaikan dan diterapkan paling lambat pada 15 Mei 2027. Pemilihan pengurus serikat mahasiswa sendiri akan diselenggarakan dalam kurun waktu enam minggu setelah dimulainya tahun ajaran baru berikutnya.
Secara terpisah, ibu kota India, Delhi, mencatat suhu siang hari terendah pada bulan Oktober dalam kurun waktu 75 tahun terakhir dengan suhu maksimum mencapai 20,7 derajat Celsius. Data dari Departemen Meteorologi India menunjukkan suhu tersebut berada sepuluh derajat di bawah normal menyusul hujan deras selama dua hari.
Curah hujan tinggi tersebut sekaligus menjadikan Delhi mengalami hari Oktober terbasah dalam empat tahun terakhir dengan curah hujan mencapai 61,4 milimeter. Kondisi cuaca ini turut memperbaiki kualitas udara ibu kota ke tingkat yang memuaskan sebelum kembali berpotensi memburuk.
Peluncuran Satelit Navigasi dan Keamanan Maritim
Badan antariksa India berhasil meluncurkan satelit navigasi NVS-03 menggunakan roket GSLV-F18 dari Pusat Antariksa Satish Dhawan di Sriharikota. Satelit generasi ketiga ini dirancang untuk memperkuat konstelasi NavIC guna mendukung kelanjutan layanan navigasi dan mengurangi ketergantungan pada sistem GPS Amerika Serikat.
Perdana Menteri Narendra Modi menyambut keberhasilan peluncuran tersebut sebagai sebuah pencapaian besar. Satelit ini dikembangkan untuk menyediakan cakupan navigasi di seluruh wilayah India serta menjangkau hingga 1.500 kilometer di luar batas negara.
Di sektor maritim, sebuah kapal tanker minyak yang membawa 27 anak buah kapal asal India dilaporkan menjadi sasaran serangan ranjau tempel di Selat Hormuz. Kapal berbendera Panama bernama Louise 1 tersebut mengalami kebakaran di ruang mesin akibat serangan perahu kecil yang menempelkan dua ranjau ke lambung kapal.
Menteri Pelayaran India Sarbananda Sonowal memastikan seluruh awak kapal asal India berada dalam kondisi selamat tanpa mengalami luka-luka. Ia juga menambahkan bahwa dua warga India di atas kapal tanker lain yang menghadapi serangan terpisah pada 29 Oktober lalu turut dipastikan aman.
Sumber: Deutsche Welle








