Hujan deras yang mengguyur sejumlah provinsi di Suriah memicu banjir bandang yang menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk empat anak-anak, di wilayah utara dan timur negara tersebut. Selain korban meninggal dunia, sebanyak lima orang lainnya, termasuk dua anak-anak, dilaporkan masih hilang di tengah badai.
Kerusakan Infrastruktur dan Korban Jiwa
Kementerian Manajemen Darurat dan Bencana Suriah mengonfirmasi pada Kamis bahwa empat anak tewas tenggelam di berbagai genangan air di wilayah Raqqa dan Deir Az Zor. Korban tewas lainnya adalah seorang pria yang mobilnya tersapu luapan air di dekat Jembatan al-Salmani, kawasan pedesaan Raqqa bagian barat.
Bencana ini juga menimbulkan kerusakan pada infrastruktur vital dan mengganggu akses penghubung di Aleppo, Raqqa, Deir Az Zor, Hasakah, dan Homs. Seperti dilaporkan Al Jazeera, kantor berita resmi SANA mengabarkan runtuhnya Jembatan al-Salmani di barat Tabqa, yang mengakibatkan terputusnya akses jalan utama penghubung Raqqa dan Aleppo.
Evakuasi Warga dan Dampak Banjir
Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 15 warga sipil yang terjebak di dalam kendaraan mereka saat terperangkap banjir. Di samping itu, kementerian menuturkan telah memindahkan sekitar 375 keluarga dari tiga kamp pengungsian di daerah pinggiran Raqqa.
Ancaman banjir akibat curah hujan tinggi bukan pertama kalinya melanda negara tersebut. UNICEF mencatat pada Juni lalu bahwa sekitar 17.000 warga terdampak banjir sepanjang tahun ini, dengan 700 keluarga atau sekitar 2.000 anak terpaksa mengungsi, serta 49 fasilitas pengolahan air di Deir Az Zor dan Raqqa terpaksa berhenti beroperasi.








