Teknologi

Peretasan Binance $6,3 Miliar Diduga Terbesar dalam Sejarah

Peretasan Binance $6,3 Miliar Diduga Terbesar dalam Sejarah
Daftar Isi
  1. Dugaan Keterlibatan Peretas Korea Utara
  2. Respon Industri dan Pembekuan Aset
  3. Dampak Terhadap Pasar Kripto

Bursa aset kripto terbesar di dunia, Binance, mengumumkan bahwa aset digital senilai 6,3 miliar dolar AS terdampak oleh aksi peretasan yang diduga menjadi yang terbesar dalam sejarah industri kripto pada Kamis. Pihak Binance menyatakan sekitar separuh dari aset tersebut berhasil dibekukan, namun sisa dana lainnya masih berada dalam penguasaan peretas.

Dugaan Keterlibatan Peretas Korea Utara

Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa insiden ini bermula dari peretasan pada laptop salah satu insinyur perusahaan, yang kemudian memungkinkan pelaku melakukan penarikan dana tanpa izin. Binance menegaskan bakal menanggung seluruh kerugian yang dialami oleh para penggunanya.

Dua firma analitik kripto, TRM Labs dan Chainalysis, mengaitkan serangan ini dengan kelompok peretas asal Korea Utara bernama TraderTraitor. Nilai peretasan pada insiden ini melampaui rekor sebelumnya, yaitu peretasan bursa Bybit sebesar 1,5 miliar dolar AS pada 2025.

Kepala Kebijakan Global TRM Labs, Ari Redbord, menjelaskan kepada BBC News bahwa peretasan terhadap Binance merupakan titik balik yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri ini. Menurutnya, pelaku masih memegang sejumlah besar aset curian sehingga upaya pelacakan dan pemulihan dana masih membutuhkan proses panjang.

Badan keamanan Barat sebelumnya menyatakan bahwa dana hasil peretasan aset kripto oleh kelompok yang terhubung dengan Korea Utara kerap digunakan untuk membiayai program senjata nuklir dan pengembangan rudal. Meski demikian, pemerintah Korea Utara secara konsisten membantah keterlibatan mereka dalam berbagai aksi peretasan.

Respon Industri dan Pembekuan Aset

Saat dimintai konfirmasi oleh BBC News mengenai keterkaitan serangan dengan kelompok Korea Utara, Binance tidak memberikan jawaban langsung. Namun, perusahaan menyatakan sedang bekerja sama secara erat dengan aparat penegak hukum untuk mengonfirmasi identitas para pelaku dan membawa mereka ke proses hukum.

Co-CEO Binance, Yi He, menyampaikan apresiasi kepada para penerbit aset kripto yang bergerak cepat membekukan dana curian. Ia menegaskan bahwa fitur penarikan dana di platform Binance.com dihentikan sementara demi alasan keamanan sampai kondisi dipastikan aman. Sementara itu, platform terpisah Binance.US menyatakan layanannya tidak terdampak oleh insiden ini.

Dua platform kripto utama lainnya, Tether dan Circle, melaporkan telah membekukan aset dengan total nilai sekitar 2,4 miliar dolar AS. CEO Circle, Jeremy Allaire, mengungkapkan pihaknya memantau ketat insiden ini dan telah membekukan lebih dari 800 juta dolar AS aset USDC yang terkait. Sementara itu, CEO Tether, Paolo Ardoino, menyebut pihaknya membekukan sekitar 1,6 miliar dolar AS dalam bentuk USDT demi melindungi industri.

Perusahaan kripto World Liberty Financial yang terhubung dengan keluarga Donald Trump juga menyatakan telah berkolaborasi dengan para mitra untuk membekukan dana curian. Di sisi lain, bursa Coinbase memastikan platform mereka tidak terpengaruh dan terus memantau situasi.

Dampak Terhadap Pasar Kripto

Kabar mengenai potensi peretasan ini telah berembus di kalangan pengamat industri beberapa jam sebelum Binance menyampaikan konfirmasi resmi. Menyusul pengumuman tersebut, harga Bitcoin tercatat merosot lebih dari 4 persen, diikuti penurunan tajam pada harga aset kripto utama lainnya seperti Ethereum dan Solana.

Binance didirikan di Tiongkok pada tahun 2017 dan kini diperkirakan memiliki lebih dari 300 juta pengguna terdaftar di seluruh dunia. Bursa yang mengelola aset simpanan lebih dari 160 miliar dolar AS pada 2024 ini juga terus menjadi subjek pengawasan dari berbagai lembaga regulator global.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *