Otomotif

Aston Martin Rugi US$3,1 Miliar di Bawah Lawrence Stroll

Aston Martin Rugi US$3,1 Miliar di Bawah Lawrence Stroll

Produsen mobil mewah asal Inggris, Aston Martin, mencatat akumulasi kerugian setelah pajak sebesar 2,3 miliar pound sterling atau sekitar 3,1 miliar dolar AS sejak miliarder Kanada, Lawrence Stroll, mengambil alih pimpinan investasi penyelamatan pada 2020. Meskipun terus menghadirkan jajaran supercar bertenaga tinggi, kinerja keuangan perusahaan masih tertekan oleh tumpukan utang yang terus membengkak.

Kinerja Keuangan dan Penjualan Kuartal III

Seperti dilaporkan Autoblog News yang mengutip data keuangan dari Bloomberg, Aston Martin membukukan kerugian sebelum pajak sebesar 77 juta pound sterling (sekitar 102 juta dolar AS) pada kuartal ketiga tahun 2026. Angka kerugian tersebut menyempit jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 111,9 juta pound sterling (148 juta dolar AS).

Kerugian bersih perusahaan juga mengalami penurunan dari 131,8 juta pound sterling (175 juta dolar AS) menjadi 78,8 juta pound sterling (104 juta dolar AS). Meski perolehan rugi berkurang, total utang bersih pabrikan ini meningkat hingga mencapai 1,57 miliar pound sterling atau setara 2,1 miliar dolar AS.

Dari sisi pengiriman grosir, Aston Martin menyalurkan 1.431 unit kendaraan pada kuartal ketiga 2026, tidak jauh berbeda dari angka 1,430 unit pada periode serupa tahun sebelumnya. Kendati demikian, pendapatan perusahaan melonjak 36 persen menjadi 389 juta pound sterling (515 juta dolar AS) dan laba kotor melesat 76 persen berkat dorongan penjualan varian produk berharga tinggi.

Strategi Model Terbatas dan Tantangan Bisnis

Peningkatan pendapatan tersebut sebagian didorong oleh model Valhalla, supercar plug-in hybrid (PHEV) pertama dari Aston Martin yang bersaing dengan Ferrari 849 Testarossa dan Lamborghini Revuelto. Produksi Valhalla yang semula dibatasi 999 unit diperkirakan akan sedikit melampaui target awal untuk gabungan varian coupe dan Spider. Model Valhalla Spider diperkirakan dijual dengan harga 20 persen lebih mahal dibanding versi coupe.

Selain itu, perusahaan bersiap meluncurkan model edisi terbatas bernama Valen pada kuartal kedua 2027. Mobil ini diklaim sebagai kendaraan produksi bermesin depan paling bertenaga di dunia, mengusung mesin V12 twin-turbocharged 5,2 liter yang mampu memuntahkan tenaga 838 horsepower, atau sekitar 19 hp lebih tinggi dibandingkan Ferrari 12Cilindri.

Di luar pengembangan produk baru, Aston Martin masih harus menghadapi sejumlah tantangan, seperti penurunan permintaan di pasar China, potensi tarif impor dari Amerika Serikat, hingga persoalan hukum dari pemegang obligasi seperti Arini Capital terkait pengaturan pendanaan. Sementara itu, Stroll terus menanamkan investasi besar pada tim Formula 1 Aston Martin yang beroperasi secara terpisah dari bisnis mobil jalan raya dan telah bermitra dengan Honda sebagai pemasok unit daya mulai musim 2026.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *