Daftar Isi
Pasar tempat makan burung pintar kini semakin terjangkau dengan hadirnya pilihan di bawah 100 dolar AS atau sekitar Rp1.500.000 dari dua merek populer, Birdbuddy dan Birdfy. Setelah menguji Birdfy Rookie dan Birdbuddy Nook di pekarangan rumah masing-masing selama empat minggu, kedua perangkat ini menawarkan kelebihan serta kekurangan tersendiri bagi para pemula.
Mengenal Birdfy Rookie
Dirilis pada Oktober tahun lalu, Birdfy Rookie diposisikan sebagai perangkat ramah pemula yang hanya mengandalkan pengisian daya USB-C tanpa panel surya bawaan dan memiliki proses perakitan yang sangat mudah. Perangkat ini berfungsi layaknya pemberi makan hewan peliharaan gravitasi ringan berkapasitas 1,3 liter biji-bijian dengan kamera di bagian samping, serta hanya bisa dipasang menggunakan tiang atau dinding.
Meskipun memiliki desain sederhana dan menggunakan aplikasi yang sama dengan model Birdfy yang lebih mahal, kualitas gambar kamera 1080p milik Rookie terasa lebih rendah dibandingkan Nook. Selain itu, tidak adanya penutup atap membuat air hujan dapat masuk ke dalam wadah biji, penutup atasnya mudah lepas karena tiupan angin kencang, dan penempatan kamera di samping membuatnya kurang optimal menangkap burung berukuran besar.
Keunggulan Aplikasi dan Fitur Birdfy Rookie
Aplikasi Birdfy dirancang dengan baik dan sederhana, bahkan memungkinkan pengguna menonton tayangan langsung melalui televisi bagi pemilik perangkat yang menjalankan sistem operasi Roku OS 15.1 atau yang lebih baru. Keunggulan utama dari perangkat ini adalah tersedianya fitur identifikasi berbasis kecerdasan buatan otomatis tanpa batas secara gratis tanpa memerlukan langganan berbayar.
Bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas penyimpanan lebih luas atau durasi perekaman video yang lebih lama, Birdfy menyediakan langganan Birdfy Plus senilai 80 dolar AS per tahun atau Birdfy Pro senilai 150 dolar AS per tahun. Kapasitas penyimpanan gratis pada layanan ini sendiri terbatas hingga 5 gigabita dan durasi 20 detik.
Menilai Performa Birdbuddy Nook
Diluncurkan pada akhir Oktober tahun ini, Birdbuddy Nook menyasar pembeli yang sadar anggaran dengan tampilan menyerupai versi lebih kecil dan pendek dari model unggulan Birdbuddy Home. Perangkat ini memiliki konstruksi plastik tebal lengkap dengan atap pelindung hujan serta tutup berengsel yang memudahkan proses pengisian biji-bijian.
Kamera Nook berukuran sebesar bola pingpong yang bisa dipasang secara vertikal maupun horizontal, serta menghasilkan gambar dan suara beresolusi 2K HDR yang jauh lebih tajam. Berbeda dengan Rookie, kamera Nook diposisikan di bagian tengah sehingga menghasilkan foto burung secara utuh yang lebih baik, meski lensa kameranya lebih mudah kotor karena letaknya yang lebih dekat dengan area makan.
Fitur dan Aplikasi Birdbuddy Nook
Aplikasi Birdbuddy tetap mudah digunakan dan menyajikan galeri foto yang dapat dibagikan dari setiap kunjungan burung, meskipun fiturnya mulai mendapat persaingan dari merek-merek baru. Fitur identifikasi berbasis kecerdasan buatan pada aplikasi ini tersedia secara gratis, namun pengguna harus mengaktifkannya secara manual untuk setiap foto yang masuk.
Sebuah fitur baru yang hadir pada aplikasi Birdbuddy adalah kemampuan mendeteksi jenis burung lain melalui suara di latar belakang, mirip seperti aplikasi Merlin ID milik Cornell Lab of Ornithology yang saat ini masih berstatus pratinjau gratis. Fitur-fitur berbayar lainnya yang memerlukan langganan senilai 70 hingga 99 dolar AS per tahun mencakup resolusi Ultra, akses tamu untuk siaran langsung, dan kemampuan memberi nama pada burung tertentu.
Bagi pembeli yang ingin mengeluarkan biaya di bawah 100 dolar AS, Birdfy Rookie merupakan perangkat yang layak dipertimbangkan berkat fitur identifikasi gratis yang sangat baik. Namun, bagi pengguna yang mengutamakan kualitas tangkapan gambar dan ketahanan bodi dalam menghadapi cuaca buruk, Birdbuddy Nook keluar sebagai pilihan yang sedikit lebih unggul meskipun dijual dengan harga 20 dolar AS lebih mahal.
Sumber: WIRED








