Daftar Isi
Seorang aktivis konservasi menyambut aturan baru yang melarang penjualan amunisi timah hitam seraya memperingatkan bahwa masyarakat masih belum menyadari besarnya ancaman zat tersebut terhadap satwa liar. Sacha Dench, yang dijuluki “The Human Swan”, merupakan anggota Lead Ammunition Collective yang berjuang mengakhiri peredaran racun tersebut.
Ancaman Keracunan bagi Burung
Dench, seorang ahli biologi kelahiran Australia yang tinggal di Chagford, Devon, dikenal luas karena menerbangkan paramotor sejauh 4.300 mil dari Arktik Rusia ke Inggris untuk memantau migrasi burung angsa Bewick. Ia menyampaikan bahwa keracunan timah hitam merupakan ancaman nyata bagi burung di seluruh Eropa dan menjadi salah satu temuan dalam ekspedisinya pada tahun 2019.
Menurut Dench, sekitar 100.000 burung air di Inggris diperkirakan mati setiap tahun akibat keracunan timah hitam, sementara angka di seluruh Eropa mencapai sekitar satu juta ekor. “Itu adalah dampak yang sangat besar dan cukup untuk mendorong beberapa spesies menuju kepunahan,” katanya, seperti dilaporkan BBC News.
Para ilmuwan dan kelompok konservasi telah lama memperingatkan bahwa pelet senapan berbahan timah hitam dapat mencemari habitat dan merusak satwa setelah mencemari lingkungan. Dench menjelaskan bahwa setiap kali sebuah peluru ditembakkan, hingga 300 pelet timah hitam berukuran kecil dapat tersebar ke alam.
“Secara keseluruhan di Inggris setiap tahun jumlahnya mencapai antara 7.000 hingga 13.000 ton timah hitam yang disebarkan ke alam,” ujar Dench kepada BBC News. Ia menambahkan bahwa burung, terutama burung air, kerap mengira serpihan tersebut sebagai makanan atau kerikil lalu menelannya, sehingga mengalami keracunan setelah zat itu tergiling di dalam perut mereka.
Aturan Baru dan Dukungan Pengelola Rusa
Pemerintah Inggris, Wales, dan Skotlandia dijadwalkan memberlakukan undang-undang yang melarang penjualan serta penggunaan amunisi timah hitam mulai April 2029. Sejumlah pihak telah mulai beralih menggunakan amunisi non-toksik, termasuk Sharif Adams, seorang pengelola rusa di kawasan hutan Teign Valley.
Ketua cabang barat daya British Deer Society tersebut menyatakan bahwa peralihan ke amunisi ramah lingkungan merupakan keputusan yang sangat mudah diambil. “Pengelolaan rusa yang saya lakukan semuanya berfokus pada konservasi. Jadi itu adalah hal yang sangat masuk akal bagi saya untuk beralih dari zat beracun ke sesuatu yang tidak terlalu berbahaya,” tuturnya kepada BBC News.
Adams menambahkan bahwa terdapat pula alasan praktis di balik keputusan tersebut, mengingat para pedagang buruan semakin selektif dan hanya menerima rusa yang dilumpuhkan menggunakan amunisi bebas timah. Kemampuan memasok daging rusa ke rantai makanan manusia menjadi bagian penting dalam pengelolaan rusa yang ia jalankan.
Penghargaan bagi Koalisi Konservasi
Upaya Lead Ammunition Collective baru-baru ini diganjar RSPB Medal, yang merupakan penghargaan tertinggi dari badan amal pelindung burung tersebut, dalam acara rapat umum tahunan. Penghargaan tersebut diterima oleh Dr Ruth Cromie dan Prof Debbie Pain mewakili koalisi.
Dench menuturkan bahwa anugerah tersebut mencerminkan kerja sama lintas sektor yang tidak biasa namun berhasil mendorong perubahan nyata. “Penghargaan RSPB ini adalah hal yang sangat besar. Penghargaan ini pernah dimenangkan oleh David Attenborough, pernah dimenangkan oleh Raja di masa lalu,” ucapnya kepada BBC News.
“Namun, ini adalah hal yang jauh lebih besar karena kali ini tidak hanya mengakui kami, tetapi seluruh kelompok orang yang mungkin tidak Anda sangka bekerja sama untuk konservasi,” tutup Dench.
Sumber: BBC News








