Internasional

Peretas Jebol Pemain Poker Lewat Malware Pemantau Layar

Peretas Jebol Pemain Poker Lewat Malware Pemantau Layar

Seorang pemain poker profesional daring mendapati program bernama MeshAgent beroperasi secara diam-diam di komputernya pada September 2026. Berdasarkan laporan kecerdasan buatan, program tersebut mampu menangkap tampilan layar serta mengendalikan perangkat korban untuk memantau kartu permainan.

Aksi Pengintaian Lewat Perangkat Lunak Pihak Ketiga

Program berbahaya itu ternyata telah terpasang sejak April 2024 tanpa sepengetahuan korban. Penyelidikan oleh komunitas poker high-stakes menunjukkan bahwa ratusan pemain telah menjadi sasaran malware serupa selama beberapa tahun terakhir, dengan kerugian mencapai jutaan dolar di berbagai situs global.

Menurut WolfSec, seorang profesional keamanan siber yang membeberkan kasus ini melalui akun X miliknya pada akhir September, penyerang tidak langsung mencuri dana korban seperti modus pada umumnya. Peretas justru melakukan pengintaian tingkat lanjut dan menyusupkan kode jahat melalui pembaruan aplikasi pihak ketiga yang populer digunakan pemain profesional untuk mengelola banyak meja sekaligus, yakni IntuitiveTables dan Jurojin.

Pelaku menyusup ke sistem pembaruan pengembang Jurojin dan menginfeksi IntuitiveTables secara tidak langsung. Aplikasi yang telah disusupi tersebut kemudian memeriksa nama pengguna korban dan membandingkannya dengan daftar yang disimpan di infrastruktur pelaku sebelum mengunduh file berbahaya lanjutan jika korban masuk dalam daftar target.

Respons Berbeda dari Berbagai Situs Poker

Sejumlah pemain, termasuk seorang profesional bernama Mike, sempat mencurigai kemenangan tidak wajar dari lawan main mereka yang menggunakan nama samaran tertentu. Kecerdasan lawan tersebut terbukti berasal dari kemampuan melihat kartu pemain lain, seperti yang dialaminya dalam sesi satu lawan satu di platform ClubWPT Gold.

Berbagai situs poker daring menangani insiden ini dengan cara yang beragam. CoinPoker dipuji karena bertindak proaktif sejak tahun 2025 dengan melarang akun pemain tersebut dan mengembalikan dana korban, sementara ClubWPT Gold juga memberikan pengembalian dana setelah melakukan investigasi mendalam menyusul terbongkarnya kasus ini.

Sebaliknya, GGPoker dan ACR dituding lamban merespons laporan pemain yang telah diajukan jauh hari sebelum kasus ini terungkap ke publik. GGPoker baru mengambil tindakan setelah kasus ini mencuat, termasuk melarang penggunaan alat pihak ketiga dan melacak dana penyerang, sementara ACR justru menyatakan tidak menemukan adanya kecurangan dan menolak memberikan pengembalian dana meski mengumumkan fitur baru untuk mencegah alat pengintai layar.

Berbagai langkah penanggulangan kini mulai diambil, mulai dari peluncuran alat pendeteksi malware oleh pengembang perangkat lunak hingga laporan resmi kepada penegak hukum, sementara komunitas mendesak agar pengelola situs poker meningkatkan pengawasan keamanan secara berkelanjutan.

Sumber: WIRED

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *