Teknologi

Mengintip Peran Teknologi dan Data di Balik Aksi Formula 1

Mengintip Peran Teknologi dan Data di Balik Aksi Formula 1
Daftar Isi
  1. Pusat Teknis Acara dan Pengumpulan Data Global
  2. Pemanfaatan Track Pulse untuk Wawasan Penggemar
  3. Wawasan F1 Berbasis Kecerdasan Buatan

Teknologi memegang peran krusial dalam menyajikan ajang balap Formula 1 kepada para penonton di seluruh dunia, termasuk dalam pengolahan data kecepatan tinggi. Menjelang Grand Prix Amerika Serikat di Austin, Texas, fasilitas produksi di tempat memperlihatkan bagaimana data dianalisis dan diubah menjadi wawasan siaran agar mudah dipahami penonton.

Pusat Teknis Acara dan Pengumpulan Data Global

Di balik area Paddock Club berdiri fasilitas seluas 375 meter persegi bernama F1 Event Technical Centre (ETC) yang dibangun sepuluh hari menjelang balapan. Pusat kendali ini menggunakan jaringan kabel serat optik sepanjang lebih dari 58 kilometer serta antena data untuk menghubungkan informasi dua arah dengan mobil-mobil yang melaju kencang di sirkuit.

Sebanyak 300 sensor pada setiap mobil menghasilkan sekitar 1,1 juta data poin per detik, memantau berbagai aspek mulai dari tekanan ban hingga kecepatan udara. Umpan data dan rekaman dari hingga 28 kamera definisi ultra-tinggi di pinggir lintasan, ditambah 90 kamera di atas mobil serta 150 mikrofon, dikirimkan ke pusat penyiaran di Biggin Hill, Inggris.

Di dalam ETC, sekitar 140 anggota kru teknis, operasional, dan produksi televisi bekerja berdampingan. Ruangan tersebut mencakup pencatat waktu yang memantau catatan lap hingga sepersepuluh ribu detik, tim yang memproses strategi waktu nyata, sutradara yang mengatur sudut kamera dan grafik, hingga awak yang menyaring komunikasi radio tim dengan penundaan sekitar 20 detik.

Menurut direktur eksekutif siaran Formula One, Dean Locke, basis penggemar F1 saat ini sangat beragam dengan cara penonton yang berbeda-beda dalam menikmati tayangan, baik melalui layar besar, tablet, maupun ponsel. “The way we develop graphics, the way we develop footage, that is something that we keep in mind,” ujar Locke.

Pemanfaatan Track Pulse untuk Wawasan Penggemar

Melalui kemitraan dengan Amazon Web Services (AWS) sejak 2018, Formula 1 memindahkan infrastruktur komputasinya ke awan untuk menyempurnakan strategi balapan dan siaran digital. Musim ini, perangkat bernama Track Pulse yang sebelumnya dipakai tim penyiaran sejak 2023 mulai dibuka untuk diakses oleh para penonton.

Track Pulse menyaring data sensor untuk menyoroti momen penting seperti perubahan kecepatan yang mendadak, peralihan cuaca, hingga strategi ban guna membantu penonton memahami jalannya lomba. “It’s near impossible to have enough pairs of eyes to monitor all 22 cars at the same time and really pick up on the small details of what’s happening,” kata manajer senior keterlibatan AWS, Jerome Descreux.

Tampilan antarmuka Track Pulse menyajikan dasbor kaya data di sisi kiri layar yang memuat cerita berkembang serta transkrip radio tim secara langsung. Direktur IT Formula One, Chris Roberts, menyatakan bahwa sistem ini dirancang agar tetap menantang bagi penonton yang sangat teknis sekaligus informatif bagi pemula yang sedang mempelajari olahraga ini.

Perangkat kecerdasan buatan ini awalnya dikembangkan sebagai alat produsen sebelum disadari potensinya sebagai media penceritaan. Locke menyebutkan bahwa alat tersebut mampu mengolah data dan menyusun kartu cerita yang bahkan kerap terlewatkan oleh produsen berpengalaman selama dua puluh tahun.

Wawasan F1 Berbasis Kecerdasan Buatan

AWS juga mendukung sekitar dua lusin F1 Insights yang menghadirkan analisis waktu nyata dalam siaran langsung, seperti Battle Forecast yang memperkirakan jumlah lap yang dibutuhkan mobil pengejar untuk mencoba menyalip. Fitur Tire Performance membantu penonton memahami kaitan gaya memandu dengan keawetan ban, sementara Close to the Wall menghitung jarak lintasan mobil terhadap tembok pembatas.

Penasihat teknis dan ahli strategi balapan Formula One, Ruth Buscombe, menuturkan bahwa penonton kini dapat menikmati data dan hitungan matematika yang sama persis seperti yang selama ini hanya bisa diakses oleh tim dan para ahli strategi di balik layar. Peran teknologi dan data dipastikan akan semakin besar setelah AWS menjadi mitra resmi komputasi awan dan kecerdasan buatan untuk FIA selaku badan pengatur Formula One.

Rangkaian akhir pekan tersebut memberikan pengalaman langsung dalam menyelami dunia F1 yang memadukan kecepatan tinggi, teknologi, serta analisis data mendalam di sirkuit.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *