Pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado menyampaikan terima kasih kepada pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas tindakan mereka terhadap Presiden Nicolas Maduro pada bulan Januari lalu. Peraih Nobel Perdamaian tersebut juga mendesak agar pemilihan umum dapat diselenggarakan di Venezuela pada tahun depan.
Pujian untuk Kepemimpinan Amerika Serikat
Dalam konferensi pers di Caracas pada hari Kamis, Machado menyatakan bahwa tindakan yang diambil pada tanggal 3 Januari lalu telah membuka jalan bagi kebebasan di negaranya. Ia menyebut nama Donald Trump, jajaran pemerintahannya, serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio dalam pernyataannya.
“Thanks to their vision, their courage, and their action on January 3, the floodgate to freedom has been opened,” ujar Machado seperti dilaporkan Al Jazeera.
Menurut Machado, Marco Rubio telah merancang serangkaian peristiwa yang mengarah pada transisi demokrasi serta memperjelas pelaksanaan pemilihan presiden pada tahun 2027. Sebelumnya, Machado juga pernah memberikan medali Nobel miliknya kepada Trump.
Kepulangan dan Respons Pemerintah Venezuela
Machado sempat meninggalkan Venezuela menuju Oslo pada bulan Desember untuk menerima penghargaan Nobel Perdamaian setelah sebelumnya menghabiskan waktu setahun dalam persembunyian dari rezim Maduro. Ia kembali ke tanah airnya pada hari Minggu untuk menggerakkan kembali masyarakat, dibantu oleh veteran pasukan khusus AS dari organisasi Grey Bull Rescue melalui perjalanan laut.
Venezuela sendiri saat ini dipimpin oleh mantan Wakil Presiden Delcy Rodriguez sejak Maduro dibawa oleh pihak AS pada bulan Januari. Rodriguez, yang tampil di televisi pemerintah, menanggapi kepulangan Machado dengan menyatakan bahwa pawai penyambutan tersebut tidak perlu dilakukan.
“The show could have been avoided – the airports are right here,” kata Rodriguez.
Menanggapi kemungkinan pertemuan dengan Rodriguez, Machado menyatakan bahwa dirinya belum menerima pesan apa pun dari pihak Rodriguez maupun dari Washington. Tidak lama sebelum pernyataan Machado, Rodriguez sempat menjamin bahwa pemilu akan dilaksanakan dengan disaksikan oleh dunia, meski tidak merinci tanggal pelaksanaannya.
Kepulangan Machado terjadi hanya berselang beberapa pekan setelah kesepakatan minyak kontroversial yang membuat Venezuela menyerahkan 20 persen cadangan minyaknya kepada Amerika Serikat. Terkait hal tersebut, Machado melontarkan kritik karena menilai kesepakatan itu tidak transparan.
“This agreement does not reflect the levels of transparency that Venezuelan society wants,” ucap Machado.








