Internasional

Lima Ditangkap Terkait Penembakan dan Penyiksaan Petani

Lima Ditangkap Terkait Penembakan dan Penyiksaan Petani

Kepolisian Afrika Selatan menangkap lima orang yang diduga terlibat dalam serangan brutal terhadap seorang petani sapi. Korban mengalami penganiayaan dan penyiksaan dalam peristiwa yang dinilai sebagai tindakan tidak masuk akal dan biadab.

Kronologi Penyerangan di Ventersdorp

Donovan Marx yang berusia 50 tahun diserang saat terjadi perampokan rumah di lahan pertanian miliknya di Ventersdorp, sebuah kota kecil di Provinsi North West, Afrika Selatan, pada hari Rabu pekan lalu. Polisi menjelaskan bahwa Marx disergap ketika baru saja tiba di rumahnya, lalu ditembak, ditikam, dan kedua telinganya dipotong dalam peristiwa yang mengerikan tersebut.

Pernyataan kepolisian menyebutkan bahwa sekelompok pria bersenjata yang mengenakan masker mendatangi seorang pekerja di rumah Marx saat sedang memotong rumput. Para pelaku menanyakan keberadaan Marx sebelum mengikat tangan dan kaki pekerja tersebut menggunakan kabel ties. Ketika Marx tiba di rumah, dua tersangka mendatanginya dan menembak bagian tubuh atas korban.

Para pelaku kemudian menyeret korban ke dalam rumah, mengikat tangan dan kakinya, serta melakukan penikaman. Setelah itu, para tersangka menggasak isi rumah, mengambil tiga pucuk senjata api dari brankas, dan kabur menggunakan mobil van milik Marx. Penyiksaan tersebut berakhir setelah pekerja tani berhasil melepaskan ikatan dan meminta pertolongan.

Penanganan Korban dan Proses Hukum

Marx segera dilarikan ke rumah sakit dan masih menjalani perawatan medis. Situs berita lokal IOL melaporkan bahwa korban kemungkinan membutuhkan telinga prostetik karena tim dokter bedah tidak dapat menyelamatkan telinga aslinya.

Seluruh dari lima terduga pelaku berhasil ditangkap pada akhir pekan, sebuah langkah yang disambut baik oleh istri dan keluarga Marx yang menyatakan bahwa proses hukum harus berjalan. Menteri Pertanian Afrika Selatan, Willie Aucamp, mengecam serangan tersebut dan menegaskan ketiadaan tempat di negara mereka bagi tindakan biadab semacam itu. Sementara itu, Ketua Komite Kepolisian Parlemen, Ian Cameron, memuji tindakan cepat kepolisian dalam melakukan penangkapan dan menuntut pengusutan kasus secara tuntas.

Kelima tersangka yang berusia antara 26 hingga 56 tahun dijadwalkan hadir di pengadilan setempat pada hari Selasa untuk menghadapi dakwaan perampokan rumah, percobaan pembunuhan, serta kepemilikan senjata api dan amunisi ilegal.

Serangan tersebut memicu kemarahan luas di negara yang kerap menghadapi tingkat kekerasan tinggi. Sejumlah kelompok sayap kanan sebelumnya menggunakan insiden kekerasan terhadap petani kulit putih untuk menyuarakan klaim adanya genosida terhadap warga kulit putih, meski klaim tersebut telah dibantah secara luas dan ditolak oleh seluruh partai politik di negara itu. Data kepolisian menunjukkan bahwa sebagian besar korban kejahatan di Afrika Selatan, termasuk di wilayah pertanian, adalah warga kulit hitam.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *