Otomotif

Fitur Penghemat Bahan Bakar yang Sering Dikeluhkan Pengendara

Fitur Penghemat Bahan Bakar yang Sering Dikeluhkan Pengendara
Daftar Isi
  1. Bagaimana Produsen Otomotif Merekayasa Penghematan Bahan Bakar
  2. Kelebihan dan Kekurangan Penonaktifan Silinder
  3. Kekhawatiran Keandalan dan Manfaat Emisi

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) memberlakukan standar ekonomi bahan bakar rata-rata perusahaan (CAFE) pada tahun 1975 sebagai tanggapan atas embargo minyak tahun 1973 hingga 1974. Aturan tersebut bertujuan untuk membatasi konsumsi bahan bakar pada mobil penumpang dan truk ringan, dengan target awal mencapai 49 hingga 50 mil per galon yang kemudian diperbarui oleh NHTSA menjadi 34,9 mil per galon untuk semua kendaraan bermotor pada tahun 2031.

Bagaimana Produsen Otomotif Merekayasa Penghematan Bahan Bakar

Selama beberapa dekade terakhir, pabrikan otomotif telah menerapkan berbagai cara untuk menghemat bahan bakar, termasuk sistem henti-nyala mesin otomatis (stop-start), penonaktifan silinder, rana gril aktif, dan transmisi canggih seperti transmisi otomatis 10-percepatan pada truk pikap Ford F150 yang mendistribusikan tenaga secara lebih ekonomis.

Fungsi henti-nyala mesin pertama kali diproduksi oleh Toyota pada tahun 1974 melalui model Toyota Crown, yang mematikan mesin setelah 1,5 detik dalam keadaan idle, sebelum akhirnya dihidupkan kembali oleh Volvo pada tahun 2010-an dan kini diadopsi oleh hampir setiap kendaraan modern. Iterasi modern dari teknologi ini tidak akan aktif apabila AC membutuhkan daya atau saat mesin masih dingin, sementara merek seperti Hyundai dan Kia dapat mendeteksi kendaraan di depan yang bergerak dan menyalakan kembali mobil secara otomatis agar tidak menghambat lalu lintas.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Oak Ridge National Laboratory pada tahun 2023 menunjukkan bahwa fitur tersebut meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 26,4 persen di lingkungan perkotaan yang padat seperti New York City.

Kelebihan dan Kekurangan Penonaktifan Silinder

Teknologi lain yang dikenal meskipun kurang populer adalah penonaktifan silinder yang dipopulerkan oleh GM melalui kendaraan Cadillac pada tahun 1980-an dan SUV besar seperti Chevrolet Tahoe serta Yukon XL pada era hijau awal tahun 2000-an. Sistem ini memotong daya setengahnya dengan mematikan separuh silinder saat kendaraan melaju di kecepatan jelajah yang tidak membutuhkan banyak tenaga, lalu mengaktifkannya kembali ketika tenaga tambahan diperlukan, meskipun fitur ini dinilai hanya efektif pada kecepatan jalan raya dan kurang cocok untuk lalu lintas padat.

Secara umum, frustrasi konsumen terhadap fitur-fitur penghemat bahan bakar bukan disebabkan oleh ketidaksukaan terhadap efisiensi, melainkan karena kebiasaan berkendara yang terganggu, masalah perawatan, serta kekhawatiran mengenai keawetan komponen. Pengemudi yang terbiasa dengan kendaraan dalam kondisi diam di lampu merah merasa terkejut saat pertama kali merasakan mesin mati sendiri, yang bagi sebagian orang terasa seperti mobil mogok.

Subaru merespons keluhan pelanggan terkait tombol on/off start-stop yang tersembunyi di dalam pengaturan sistem infotainment layar sentuh pada Forester generasi terbaru dengan merilis pembaruan perangkat lunak over-the-air untuk menghadirkan tombol khusus di layar.

Kekhawatiran Keandalan dan Manfaat Emisi

Meskipun teknologi start-stop telah ada sejak awal tahun 1970-an, kekhawatiran konsumen terhadap keausan tidak sepenuhnya tidak berdasar karena fitur penonaktifan silinder telah terbukti kurang diandalkan dan dapat menyebabkan keausan parah pada poros noken (camshaft) dengan biaya perbaikan yang berkisar antara 4.000 hingga 11.000 dolar Amerika Serikat.

Di sisi lain, penghematan bahan bakar yang sebenarnya tetap bergantung pada pengemudi, di mana merek seperti Honda menerapkan ikon Econ dan skema warna hijau pada dasbor untuk menunjukkan gaya berkendara yang ekonomis. Berdasarkan studi Oak Ridge National Laboratory, penghematan bahan bakar secara keseluruhan mencapai 7,27 persen pada siklus kota Federal Test Procedure, sementara Departemen Energi Amerika Serikat memperkirakan bahwa berjalan dalam keadaan idle selama 10 detik mengonsumsi bahan bakar lebih banyak daripada berhenti dan menyalakannya kembali.

Pengurangan waktu idle juga berdampak positif pada lingkungan karena menurunkan emisi karbon dioksida di atmosfer, yang seiring waktu dapat menghasilkan penghematan biaya secara kumulatif bagi pengemudi.

Pasar kendaraan listrik yang mendingin dan harga bahan bakar yang tinggi membuat pabrikan seperti Toyota dan Honda beralih sepenuhnya ke kendaraan hibrida daripada kendaraan listrik penuh. Seperti dilaporkan oleh Jalopnik, peralihan Toyota Camry ke sistem hibrida secara nasional di Amerika Serikat dapat menghemat 48,3 juta galon bahan bakar per tahun, sebuah penghematan yang jauh melampaui efektivitas sistem start-stop dan penonaktifan silinder.

Sumber: TopSpeed

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *