Teknologi

Binance Bekukan Setengah Dana Hasil Peretasan Rp99 Triliun

Binance Bekukan Setengah Dana Hasil Peretasan Rp99 Triliun
Daftar Isi
  1. Investigasi Peretasan dan Keterlibatan Korea Utara
  2. Langkah Penegakan Hukum dan Pemulihan Dana
  3. Dampak Pasar dan Keraguan Pengguna

Binance menyatakan telah berhasil membekukan sekitar separuh dari dana digital yang dicuri dalam insiden peretasan senilai 6,3 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp99 triliun. Perusahaan pertukaran mata uang kripto terbesar di dunia tersebut menyebut aksi kejahatan siber ini sebagai peretasan terbesar yang pernah terjadi.

Investigasi Peretasan dan Keterlibatan Korea Utara

Co-CEO Binance Richard Teng menyatakan bahwa serangan tersebut tidak dilakukan oleh satu orang saja dan penyelidikan lanjutan menemukan titik-titik pembobolan tambahan. Menurut Teng seperti dilaporkan BBC News, para pelaku menggunakan mekanisme penghancuran diri yang menghapus alat serta jejak kejahatan guna menyulitkan proses investigasi. Perusahaan awalnya menduga peretasan bermula dari laptop seorang insinyur yang disusupi sebelum akhirnya menyadari adanya serangan yang lebih luas.

Sejumlah lembaga analitik kripto, termasuk TRM Labs dan Chainalysis, mengaitkan insiden ini dengan unit peretasan asal Korea Utara. Chainalysis menyatakan memiliki keyakinan tinggi bahwa pihak Korea Utara terlibat dalam serangan tersebut, sebuah pola yang kerap dikaitkan dengan kejahatan siber negara terisolasi tersebut untuk mendanai rezim mereka. Pemerintah Korea Utara sendiri selama ini selalu membantah tuduhan keterlibatan dalam kejahatan siber internasional.

Langkah Penegakan Hukum dan Pemulihan Dana

US Secret Service menyatakan pihaknya bekerja sepanjang waktu untuk mengidentifikasi, membekukan, melacak, dan memulihkan dana yang dicuri serta membawa pelaku ke pengadilan. Binance juga mengonfirmasi sedang bekerja sama secara intensif dengan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) untuk mengusut kasus ini.

Perusahaan kripto tersebut meyakinkan para penggunanya bahwa uang mereka aman dan pihak manajemen akan menanggung setiap kerugian yang timbul. Guna membuktikan komitmen tersebut, Binance telah menyisihkan lebih dari 6,34 miliar dolar AS dari dana internal perusahaan dan secara aktif membeli berbagai token kripto.

Dampak Pasar dan Keraguan Pengguna

Insiden pembobolan ini langsung mengguncang pasar kripto global dengan harga Bitcoin yang mengalami penurunan lima persen ke level 76.800 dolar AS pada perdagangan Jumat sore di New York. Penurunan harga juga dialami oleh bursa kripto Coinbase sebesar 12 persen dan platform Robinhood sebesar 7,8 persen.

Di tengah jaminan keamanan dari manajemen, sejumlah pengamat mengingatkan para pengguna agar tidak memandang janji ganti rugi tersebut sebagai ikatan hukum yang kuat. Daniel Tunkel dari firma hukum Edwin Coe di London berpendapat bahwa penyelesaian klaim nantinya akan bergantung pada janji dalam kontrak pengguna serta yurisdiksi tempat Binance dapat digugat atas wanprestasi.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *