Internasional

AS Lancarkan Serangan Terbatas ke Pulau Qeshm Iran Jelang Pemilu

AS Lancarkan Serangan Terbatas ke Pulau Qeshm Iran Jelang Pemilu
Daftar Isi
  1. Ledakan di Pulau Qeshm
  2. Pernyataan Donald Trump Jelang Pemilu
  3. Respons Pemerintah Iran

Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Iran. Demikian disampaikan pejabat Amerika Serikat kepada CBS, mitra pemberitaan BBC.

Ledakan di Pulau Qeshm

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan sejumlah ledakan di pulau tersebut pada Senin. Para pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa aksi militer tersebut bersifat terbatas.

Serangan itu dilakukan sebagai tanggapan atas tindakan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC yang menembaki sebuah pesawat Amerika Serikat. BBC telah menghubungi Komando Sentral Amerika Serikat atau Centcom untuk meminta tanggapan terkait insiden tersebut.

Pernyataan Donald Trump Jelang Pemilu

Peristiwa ini terjadi menjelang pemilihan umum paruh waktu di Amerika Serikat yang akan menentukan pihak pengontrol Kongres, yaitu Partai Republik atau Partai Demokrat. Donald Trump saat ini menghadapi penurunan tingkat dukungan dalam jajak pendapat serta tekanan dari internal partainya sendiri untuk mengakhiri perang yang dimulai sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Februari.

Sebelumnya pada hari Senin, Donald Trump menyatakan kepada para wartawan bahwa dirinya tidak terburu-buru untuk meningkatkan intensitas serangan terhadap Iran. Ia mengeklaim bahwa kondisi keuangan negara tersebut telah lumpuh akibat sanksi.

“One way or the other, we will do something, but there is no rush. We crippled them financially,” ujar Trump kepada media Axios, seraya menambahkan bahwa rakyat Iran kini sudah sangat kelelahan.

Dalam wawancara terpisah dengan Fox News menjelang pemilu paruh waktu, Donald Trump juga menyebutkan kemungkinan untuk menyerang fasilitas nuklir Iran yang dikenal sebagai Pickaxe. Menurutnya, tindakan tersebut bukanlah masalah besar dan dapat diselesaikan dalam waktu satu jam.

Respons Pemerintah Iran

Menanggapi situasi tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada IRNA bahwa perundingan yang sangat intensif untuk mengakhiri perang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat melalui perantara. Ia menegaskan bahwa Teheran kini jauh lebih siap menghadapi skenario diplomasi maupun militer.

Pihak Iran menyatakan bahwa keputusan kini berada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur bijak melalui perundingan atau mengulangi kesalahan agresi militer.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *