Daftar Isi
Ketika New York menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang memberlakukan moratorium pembangunan pusat data, Adrienne Yocina merasa gembira. Selama dua tahun terakhir, ibu tiga anak ini telah mengorganisasi warga di wilayah barat Kabupaten Genesee untuk menghentikan pembangunan pusat data berkapasitas 600 megawatt yang berlokasi dekat dengan reservasi Tonawanda Seneca Nation dan sebuah suaka margasatwa federal.
Kekhawatiran Warga dan Langkah Gubernur Hochul
Namun, hampir empat bulan setelah moratorium satu tahun tersebut dimulai, seperti dilaporkan WIRED, Yocina mengungkapkan bahwa dirinya merasa cemas. Ia khawatir Gubernur dari Partai Demokrat, Kathy Hochul, tidak akan menandatangani rancangan undang-undang yang lebih kuat untuk memberlakukan moratorium yang lebih ketat. Selain itu, ia juga merisaukan kurangnya keterlibatan Departemen Konservasi Lingkungan Negara Bagian dalam proses evaluasi pusat data di New York. Mengenai Hochul, ia berpendapat bahwa sang gubernur hanya mencoba membungkam warga.
Pusat data kini menjadi isu utama dalam pemilu paruh waktu di berbagai wilayah, di mana para politikus dari kedua partai besar berjanji untuk menerbitkan regulasi atau moratorium pembangunan. Tantangan berat justru dimulai setelah pemilu, saat para pejabat terpilih harus menepati janji mereka sembari menghadapi proyek infrastruktur skala besar serta penolakan keras dari warga setempat.
Pada bulan Juli lalu, berselang dua bulan setelah menolak gagasan moratorium pusat data, Hochul justru menandatangani perintah eksekutif pertama di tingkat nasional untuk menunda pembangunan tersebut. Keputusan itu merupakan bentuk kompromi setelah beberapa minggu sebelumnya lembaga legislatif negara bagian meloloskan RUU omnibus untuk menerapkan moratorium selama satu tahun di seluruh wilayah New York. RUU tersebut memuat ketentuan yang lebih agresif daripada kebijakan Hochul, termasuk batasan ketat ukuran pusat data dan kewajiban bagi Departemen Konservasi Lingkungan untuk melakukan kajian dampak lingkungan secara menyeluruh. Alih-alih menandatangani RUU tersebut, Hochul menerbitkan perintah versinya sendiri, sementara kantor gubernur menyatakan masih mengkaji RUU itu hingga akhir tahun.
Dukungan Politik dan Respons Masyarakat
Salah satu sponsor RUU tersebut di Senat Negara Bagian, Kristen Gonzalez dari Partai Demokrat, menyatakan dukungan publik terhadap moratorium Hochul. Menurut Gonzalez, kantor gubernur secara proaktif menghubunginya usai RUU tersebut disahkan guna membantu merancang moratorium yang memberikan bantuan lebih cepat bagi warga New York.
Menjelang akhir musim panas, Gonzalez melakukan kunjungan ke berbagai pusat data di New York guna mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Kepada WIRED, ia menyampaikan bahwa sebagian besar warga menginginkan Hochul mengambil langkah yang lebih tegas demi melindungi komunitas dari dampak pusat data. Warga di sekitar pusat data yang sudah ada saat ini harus berhadapan dengan polusi udara serta suara, di samping beban kenaikan tagihan utilitas dan air. Ia memandang moratorium tersebut sebagai langkah awal yang belum cukup.
Menjelang hari pemilihan, Hochul memegang keunggulan yang nyaman atas penantangnya dari Partai Republik, Bruce Blakeman, yang sebagian pihak yakini terbantu oleh pengesahan moratorium tersebut. Berdasarkan jajak pendapat Quinnipiac, sebanyak 53 persen responden menyatakan percaya kepada Hochul dalam menangani urusan kecerdasan buatan dan pusat data, berbanding 31 persen untuk Blakeman. Blakeman sendiri sempat menyebut moratorium Hochul sebagai kebijakan yang gila ketika disahkan pada Juli lalu, sementara tim kampanyenya tidak segera merespons permintaan komentar dari WIRED.
Dalam kampanyenya, Hochul turut mengedepankan ketegasannya terhadap isu pusat data. Awal bulan lalu, ia menggelar diskusi meja bundar bersama para pemimpin sektor pertanian, lingkungan, dan bisnis di sebuah peternakan di Hudson Valley. Di hadapan para wartawan, ia menyatakan niatnya untuk bekerja sama dengan legislatif negara bagian guna menerapkan perlindungan yang lebih agresif, termasuk melarang insentif pajak bagi pusat data. Acara tersebut turut dihadiri oleh Gonzalez dan Perwakilan Alexandria Ocasio-Cortez, salah satu figur kritikus pusat data terkemuka di Washington.
Ketika ditanya mengenai cara menangani penolakan lanjutan setelah masa moratorium berakhir dan bagaimana menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan penolakan warga, Hochul menegaskan bahwa tujuan penundaan tersebut adalah agar masyarakat memiliki hak untuk memilih. Ia menyebutnya sebagai wujud demokrasi yang berjalan, di mana jika suatu fasilitas diinginkan maka harus disertai dengan berbagai pengamanan dan batasan, namun jika tidak diinginkan maka fasilitas tersebut tidak akan dibangun.
Tantangan Gubernur Terpilih dan Keterlibatan Warga
Jumlah warga New York yang menolak pembangunan pusat data kemungkinan akan terus bertambah. Jajak pendapat Siena pada September menunjukkan bahwa 63 persen warga New York akan tetap menolak pembangunan pusat data di wilayah mereka meski moratorium Hochul telah berakhir, dengan angka penolakan mencapai 75 persen di kalangan pemilih Partai Demokrat.
Dinamika serupa akan dihadapi oleh para gubernur yang baru terpilih maupun yang kembali menjabat di berbagai wilayah. Berdasarkan riset dari lembaga hubungan pemerintahan MultiState, setidaknya 20 kandidat gubernur telah menjanjikan moratorium atau penundaan pusat data, sementara lebih banyak lagi yang berjanji memperketat regulasi industri tersebut. Petahana yang sebelumnya bersahabat dengan industri pusat data, seperti Gubernur Texas Greg Abbott dan Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro, kini juga telah membuat komitmen untuk bersikap lebih ketat.
Memasuki bulan Januari, para gubernur baru akan berhadapan dengan konstituen yang sangat aktif dan menemukan saluran politik baru melalui perlawanan terhadap pusat data. Fenomena ini mencakup Yocina, yang mengaku belum pernah memberikan suara dalam pemilihan lokal sebelumnya.
Ia menyadari kebutuhan akan industri dan lapangan pekerjaan di wilayah utara New York, terutama setelah putra bungsunya memutuskan bergabung dengan tentara akibat kesulitan mencari pekerjaan dan bersiap untuk diterjunkan ke medan tugas. Saat ini, kelompok pengorganisasian yang dipimpinnya mulai mengalihkan fokus dari sekadar menghentikan pusat data menjadi merumuskan gagasan baru bagi pemanfaatan lahan tersebut.
Kelompoknya kini berusaha mencari hal-hal yang dapat disetujui selain pusat data di lokasi tersebut.
Sumber: WIRED








