Kehadiran Luis Carlos Rúa dalam acara gala TIME100 Next dengan mengenakan kostum gajah putih penuh berhasil menarik perhatian banyak pihak. Bagi senator terpilih asal Kolombia tersebut, busana unik ini bukan sekadar pilihan fesyen, melainkan bagian dari misi utamanya sebagai aktivis dan pembuat konten politik yang melawan korupsi.
Misi Mengungkap Proyek Mangkrak Melalui Media Sosial
Sebelum terpilih menjadi senator, Rúa telah aktif memproduksi video di Instagram dan TikTok selama lima tahun secara anonim menggunakan nama samaran Elefante blanco atau Gajah Putih. Istilah tersebut merujuk pada berbagai proyek infrastruktur publik yang mangkrak dan penuh pemborosan yang kerap ia bongkar.
Menurut laporan TIME, Rúa baru membuka identitas aslinya tiga hari sebelum pemungutan suara dan akhirnya berhasil terpilih duduk di Senat Kolombia awal tahun ini. Di atas karpet merah sebelum acara gala yang berlangsung pada 29 Oktober di Manhattan tersebut, ia menyatakan bahwa upaya pengawasan terhadap tata kelola pemerintahan kini menjadi semakin krusial.
Dalam keterangannya kepada majalah TIME, Rúa menyebutkan bahwa dirinya telah berkeliling Kolombia selama lima tahun untuk mengecam proyek-proyek terbengkalai. Saat ini, negaranya sedang menghadapi kasus pemborosan infrastruktur terbesar dalam sejarah.
Soroti Lambatnya Penanganan Pascagempa di Kolombia
Proyek mangkrak terbesar yang dimaksud Rúa berkaitan dengan proses pemulihan pascagempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang melanda Kolombia pada Agustus lalu. Bencana tersebut merenggut nyawa lebih dari 200 orang, menyebabkan 4.000 orang mengalami luka-luka, serta merusak puluhan ribu rumah dan bangunan berdasarkan data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Melalui kehadirannya di acara tersebut, Rúa ingin menarik perhatian dunia internasional sekaligus mendesak agar pembangunan kembali wilayah terdampak segera dimulai. Ia menyampaikan kritik terbuka kepada Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella agar segera mengambil tindakan nyata bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal, pekerjaan, maupun keluarga.
Sebagai penutup, Rúa mengajak masyarakat dari berbagai belahan dunia untuk ikut bersuara melalui internet guna mendesak pemerintah Kolombia mempercepat proses rekonstruksi pascabencana tersebut.
Sumber: TIME








