Daftar Isi
Ciri engine mounting rusak dapat dikenali melalui beberapa gejala yang muncul saat kendaraan digunakan sehari-hari. Berdasarkan laporan Carmudi Indonesia, komponen ini sering kali luput dari perhatian pemilik mobil padahal memiliki fungsi vital untuk menjaga kestabilan mesin.
Apa Itu Engine Mounting dan Fungsinya?
Engine mounting berfungsi sebagai dudukan sekaligus penghubung antara mesin dan sasis mobil. Komponen ini umumnya terdiri dari logam dan material karet untuk menahan beban serta meredam getaran mesin, sementara beberapa kendaraan modern menggunakan tipe hidrolik atau dudukan aktif.
Selain menopang mesin, komponen tersebut mengendalikan pergerakan saat akselerasi dan meredam kejutan ketika perpindahan beban terjadi. Terus menerus menerima beban kerja membuat kondisinya rentan mengalami keausan seiring berjalannya waktu.
7 Ciri Engine Mounting Rusak
Getaran mesin terasa berlebihan di kabin menjadi gejala pertama yang paling mudah dirasakan saat mobil dalam kondisi diam. Getaran ini mampu merambat ke setir, dasbor, jok, hingga lantai karena material karet kehilangan elastisitasnya.
Gejala berikutnya adalah munculnya bunyi benturan seperti duk atau jedug dari ruang mesin ketika kendaraan mulai berjalan atau saat pedal gas dilepas. Torsi yang berubah membuat mesin bergerak lebih jauh dari batas normal dan membentur bagian tertentu.
Mesin juga dapat terlihat bergoyang berlebihan atau seolah terangkat pada salah satu sisi ketika pedal gas diinjak. Pergerakan yang tidak terkendali ini memberikan tekanan tambahan pada kabel, selang, dan sistem pembuangan.
Getaran yang semakin kuat ketika AC dinyalakan turut menjadi indikasi masalah pada dudukan mesin. Perubahan beban kerja saat kompresor aktif membuat penurunan kemampuan peredam semakin terasa di dalam kabin.
Posisi mesin yang terlihat tidak normal saat kap mesin dibuka juga patut diwaspadai, seperti tampak lebih rendah pada salah satu sisi akibat kerusakan berat. Selain itu, perpindahan gigi terasa menghentak lebih kuat pada mobil bertransmisi otomatis ketika tuas dipindahkan.
Pemeriksaan fisik menunjukkan ciri kerusakan melalui karet mounting yang retak, sobek, terlepas, atau mengalami kebocoran cairan pada jenis hidrolik. Faktor usia, paparan panas, kebocoran oli, hingga gaya berkendara agresif menjadi penyebab utama cepat rusaknya komponen ini.
Perawatan dan Keamanan Penggunaan
Penggunaan mobil saat dudukan mesin rusak bergantung pada tingkat kerparahan masalah yang terjadi. Jika kerusakannya ringan, kendaraan mungkin masih bisa berjalan, tetapi perbaikan harus segera dilakukan untuk mencegah risiko kerusakan lanjutan pada komponen di sekitarnya.
Langkah pencegahan dapat dilakukan melalui servis berkala, menghindari gaya berkendara kasar, serta memperhatikan potensi kebocoran oli di sekitar mesin. Penggantian suku cadang yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan juga diperlukan demi menjaga keawetan sistem penopang tersebut.
Sumber: Carmudi Indonesia








