Internasional

Vandalisme Tangki Minyak Tewaskan 13 Burung di Irlandia Utara

Vandalisme Tangki Minyak Tewaskan 13 Burung di Irlandia Utara

Upaya pemulihan masih terus dilakukan setelah tumpahan minyak akibat vandalisme pada sebuah tangki pemanas rumah di dekat Broughshane Waterfowl Park menyebabkan kematian 13 ekor burung. Lebih dari 20 burung telah dievakuasi ke kantor pusat USPCA pekan lalu untuk mendapatkan perawatan medis darurat, namun jumlah korban mati terus bertambah. Akibat kejadian ini, objek wisata populer di County Antrim tersebut terpaksa ditutup sementara proses pembersihan minyak dari kolam berlangsung.

Dampak Kerusakan dan Proses Penyelamatan

Ketua Broughshane Environment Wildfowl and Wildlife Trust, Gary Hayward, menyatakan kepada BBC News NI bahwa insiden tersebut merupakan sebuah mimpi buruk yang menghancurkan pihak pengelola. Seorang relawan menemukan tumpahan tersebut pada Kamis pagi ketika hendak memberi makan burung, mencium bau minyak tanah, dan mendapati angsa hitam telah dipenuhi minyak. Taman tersebut menjadi rumah bagi 120 burung koleksi serta burung liar, di mana sejauh ini 13 ekor telah mati.

Hayward mengapresiasi kerja keras USPCA dan Northern Ireland Environment Agency (NIEA) dalam merawat burung-burung sakit dan membersihkan tumpahan. Pihak NIEA pertama kali menerima laporan pada Kamis (22/10) dan langsung mengerahkan penyerap minyak serta langkah mitigasi lainnya setelah mengonfirmasi dampak signifikan pada kolam tersebut. Zat yang mencemari lingkungan teridentifikasi sebagai minyak pemanas rumah atau kerosene yang berasal dari tangki warga sekitar.

Penanganan Medis oleh USPCA

Pengawas satwa liar USPCA, Siobhan Hawthorn, mengungkapkan kekecewaannya atas insiden yang disebabkan oleh tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab. Siobhan bersama tim bekerja keras memandikan, merawat, dan memberikan dosis arang kepada angsa, bebek, dan burung lain untuk melawan racun yang tertelan. Sejumlah burung gagal diselamatkan karena terlambat mendapat pertolongan dan terlalu banyak menelan zat beracun.

Proses pemulihan ini juga memberikan tekanan emosional dan mental yang besar bagi para staf pusat penyelamatan satwa. Pusat rehabilitasi belum dapat memastikan durasi perawatan bagi burung yang tersisa karena mereka pintar menyembunyikan gejala penyakit. Sebagian besar burung yang dirawat bukan merupakan spesies asli sehingga belum bisa dikembalikan ke kolam sampai area tersebut benar-benar bersih sepenuhnya.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *