Situs Astronomy Picture of the Day (APOD) dari NASA menampilkan berbagai gambar menarik mengenai kosmos setiap harinya, lengkap dengan penjelasan dari astronom profesional. Penjelasan pada edisi tersebut mengulas variasi warna Bulan yang tampak bervariasi tergantung pada malam dan waktu pengamatannya.
Variasi Warna Bulan dari Berbagai Lokasi
Apabila diamati di luar atmosfer Bumi, permukaan Bulan yang memantulkan cahaya matahari tampak berwarna abu-abu kecokelatan yang megah. Sebuah gambar yang ditampilkan merupakan hasil dokumentasi seorang astrofotografer selama 10 tahun dari berbagai wilayah di Italia, yang merangkum berbagai penampakan warna bulan purnama.
Warna merah atau kuning pada Bulan biasanya menandakan posisi benda langit tersebut yang berada dekat dengan garis horizon. Pada posisi itu, sebagian cahaya biru telah tersebar oleh jarak tempuh yang panjang melalui atmosfer Bumi yang terkadang dipenuhi debu halus.
Faktor Atmosfer dan Gerhana
Kondisi bulan berwarna biru tergolong lebih jarang terjadi dan mengindikasikan adanya partikel debu yang lebih besar di dalam atmosfer. Sementara itu, faktor penyebab kemunculan bulan berwarna ungu masih belum dapat dipastikan secara jelas dan kemungkinan berasal dari gabungan sejumlah fenomena yang berbeda.
Potret terakhir dalam rangkaian dokumentasi tersebut mengabadikan momen gerhana bulan total pada Juli 2018. Pada saat itu, Bulan yang berada di dalam bayangan Bumi tampak berwarna merah pudar akibat pembiasan cahaya melalui lapisan udara di sekeliling Bumi.
Sumber: NASA








