Sistem pengereman *brake-by-wire* kini semakin banyak digunakan pada mobil-mobil baru, meninggalkan kabel dan batang mekanis konvensional dengan mengandalkan sensor serta komputer. Mobil membaca tekanan pada pedal rem melalui sinyal elektronik untuk menentukan kekuatan pengereman, yang memunculkan pertanyaan mengenai keselamatan jika komponen elektronik tersebut mengalami kegagalan fungsi.
Solusi Cadangan dari Bosch
Bosch merancang sebuah solusi dengan mengajukan paten untuk sistem pengereman cadangan yang aktif ketika sistem utama mengalami gangguan, seperti dilaporkan oleh *CarMoses*. Berdasarkan dokumen paten tersebut, sistem ini memanfaatkan tiga unit kontrol terpisah, di mana unit pertama dan kedua mengelola pengereman normal, sementara unit ketiga bertugas memantau kemungkinan kerusakan.
Apabila unit pemantau mendeteksi adanya malfungsi pada unit pengendali rem, sistem langsung mengaktifkan fungsi pengereman darurat serta memberikan peringatan visual, audio, atau haptik kepada pengemudi. Bosch mengusulkan agar pengemudi dapat meminta pengereman melalui tombol darurat pada layar sentuh *infotainment* kendaraan, atau alternatif lain berupa tombol yang ditempatkan langsung pada roda kemudi agar lebih mudah dijangkau tanpa melepaskan tangan.
Penerapan di Mobil Produksi
Pengemudi juga dapat mengatur intensitas pengereman dengan menahan tombol tersebut untuk pengereman lebih kuat atau mengetuknya untuk pengereman yang lebih ringan, sehingga kendaraan dapat berhenti secara perlahan alih-alih berhenti mendadak. Konsep ini berbeda dari sistem pengereman darurat otomatis konvensional yang dirancang otomatis untuk menghindari tabrakan, karena fokus Bosch adalah menyediakan antarmuka pengereman alternatif saat kontrol elektronik biasa tidak berfungsi.
Penerapan tombol virtual di layar sentuh saat situasi panik dinilai berisiko menimbulkan kebingungan, sementara tombol pada kemudi dianggap lebih logis meskipun tetap berbeda dari kebiasaan menginjak pedal konvensional. Inovasi ini saat ini masih sebatas pengajuan paten dan belum ada kepastian apakah teknologi tersebut akan benar-benar diterapkan pada kendaraan produksi massal di masa depan.
Sumber: Autoblog News







