Berita Utama

Puluhan Titik Api Masih Membara di Ogan Komering Ilir

Puluhan Titik Api Masih Membara di Ogan Komering Ilir

Kabupaten Ogan Komering Ilir di Sumatera Selatan masih menjadi daerah dengan sebaran titik panas tertinggi di wilayah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat puluhan titik api masih terpantau di lokasi.

Kendala Pemadaman di Lahan Gambut

Menurut data terbaru yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah, terdeteksi 37 titik panas yang masih aktif, di mana 25 titik di antaranya berada di atas lahan gambut. Berdasarkan pengamatan udara memakai wahana nirawak atau drone, asap tebal tampak membubung tinggi di area kebakaran hutan dan lahan. Kendati kobaran api tidak terlihat secara langsung, pekatnya kepulan asap masih menyelimuti kawasan itu, seperti dilaporkan CNN Indonesia.

Tim gabungan yang diterjunkan ke lapangan terus berupaya memadamkan api agar bisa padam secara menyeluruh. Kendala besar yang dihadapi petugas di lapangan meliputi ketersediaan air yang minim di lokasi kejadian serta embusan angin yang bertiup kencang. Di samping itu, hambatan geografis berupa sulitnya jalur akses menuju titik kebakaran turut menyebabkan penanganan tidak berjalan secara maksimal.

Penurunan Titik Panas dan Pengerahan Personel

Meskipun demikian, hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam beberapa hari terakhir berdampak pada penurunan jumlah titik panas secara drastis. Jika sebelumnya satelit memantau lebih dari 1.000 titik panas, kini angka tersebut menyusut hingga tersisa 37 titik api saja.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah mendata setidaknya ada delapan kecamatan yang masih mendeteksi kemunculan titik panas. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kecamatan Cengal, Sungai Menang, Mesuji, Tulung Selapan, Air Sugihan, Mesuji Makmur, Pampangan, serta Kecamatan Pedamaran Timur.

Pemerintah setempat mempertahankan sepuluh posko penanganan kebakaran hutan dan lahan, serta menyiagakan lebih dari 3.000 personel pemadam. Saat ini, fokus utama pemadaman diarahkan pada empat kecamatan, dengan prioritas di Desa Talang Rimba, Desa Ulak Kedondong, Desa Gajah Mati, Desa Sungai Sibur, Desa Muara Burnai, dan Desa Beringin.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *