Daftar Isi
Para investor yang menanamkan modal pada perusahaan modal ventura atau limited partners (LP) saat ini berada di posisi yang sangat menguntungkan. Lonjakan nilai perusahaan kecerdasan buatan (AI) membawa potensi imbal hasil yang sangat besar, meskipun mereka juga menghadapi tantangan terkait percepatan alokasi dana dan konsentrasi portofolio.
Dua investor modal ventura, Beezer Clarkson dari LGT Capital Partners dan Amit Bhatti dari TrueBridge, membagikan pandangan mereka mengenai dinamika terkini dalam ekosistem permodalan startup kepada TechCrunch.
Konsentrasi Investasi pada OpenAI dan Anthropic
Pada kondisi normal, para LP biasanya membagikan dana mereka ke banyak firma modal ventura untuk meminimalkan risiko. Namun, lonjakan valuasi OpenAI dan Anthropic yang begitu cepat membuat hampir seluruh investor masuk ke dua perusahaan tersebut melalui berbagai firma modal ventura yang mereka dukung.
Amit Bhatti dari TrueBridge menjelaskan bahwa industri modal ventura pada dasarnya berpatokan pada hukum kekuasaan atau power law, sehingga konsentrasi modal pada beberapa nama besar dianggap sebagai hal wajar. Menurut Bhatti kepada TechCrunch, dana-dana yang berusia lebih dari 10 tahun biasanya mulai terkonsolidasi pada nama-nama seperti Databricks, SpaceX, dan Stripe, sementara generasi dana saat ini terkonsolidasi pada Anthropic dan OpenAI.
Sementara itu, Beezer Clarkson dari LGT Capital Partners menuturkan bahwa keanekaragaman peluang masih sangat terlihat pada investasi tahap awal (early-stage), di mana nominal pendanaan relatif lebih kecil sebelum akhirnya mengumpul ke perusahaan-perusahaan besar di tahap akhir.
Laju Penggalangan Dana dan Pertumbuhan Pendapatan
Siklus penggalangan dana oleh para manajer modal ventura kini mengalami percepatan yang signifikan. Jika biasanya siklus penarikan dana baru berlangsung setiap 2 hingga 2,5 tahun, saat ini banyak firma yang kembali menggalang dana dalam waktu 12 hingga 18 bulan, bahkan ada yang hanya berjarak satu tahun.
Bhatti mengungkapkan bahwa percepatan ini dipicu oleh besarnya ukuran putaran pendanaan AI serta lonjakan nilai pendanaan tahap awal (seed round) yang naik hampir dua kali lipat. Meski situasi ini memberi sinyal kewaspadaan, Bhatti menilai kondisi saat ini berbeda dengan tren sebelumnya. Perusahaan AI masa kini mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan dari nol hingga 100 juta dolar AS dalam waktu singkat, tidak seperti proyek kripto tanpa pendapatan pada masa lalu.
Menghadapi laju penggalangan dana yang cepat, Clarkson menyatakan bahwa para LP biasanya menyesuaikan strategi dengan memperkecil ukuran cek investasi. Sebagai contoh, alokasi dana yang tadinya direncanakan sebesar 10 juta dolar AS untuk dua tahun dapat dikurangi menjadi 5 juta dolar AS agar selaras dengan kemampuan arus kas investor.
Strategi Likuiditas dan Pasar Sekunder
Terkait pengembalian modal, pasar sekunder kini menjadi jalur likuiditas utama ketiga selain penawaran saham perdana (IPO) dan akuisisi (M&A). Clarkson menilai bahwa berkembangnya pasar sekunder sangat penting bagi ekosistem modal ventura agar investor tidak perlu menunggu hingga 20 tahun untuk mendapatkan hasil dari IPO.
Bhatti menambahkan bahwa penjualan saham sekunder bukan lagi dianggap sebagai tanda kesulitan keuangan. Para manajer modal ventura kini memanfaatkannya secara terukur, seperti menjual 20 persen porsi saham untuk mengembalikan nilai investasi dana mereka.
Mengenai program penawaran terbatas bagi karyawan (employee tender) di perusahaan matang seperti Stripe dan Databricks, Bhatti menganggap langkah memberikan likuiditas parsial tersebut sangat masuk akal, selama dapat dikendalikan dengan baik oleh investor utama.
Daya Tarik San Francisco dan Manajer Baru
Meskipun biaya hidup dan properti di San Francisco terus meningkat, Clarkson dan Bhatti sepakat bahwa kawasan Bay Area masih memiliki kepadatan talenta dan ekosistem yang sulit ditandingi oleh wilayah lain seperti New York.
Di tengah dominasi firma modal ventura raksasa, peluang bagi manajer investasi baru (emerging managers) tetap terbuka. Clarkson menyebutkan bahwa manajer yang baru pertama kali menggalang dana biasanya menghimpun 25 juta hingga 50 juta dolar AS. Sementara itu, Bhatti menyarankan para manajer pemula untuk memulai dari dana kecil sekitar 5 juta hingga 10 juta dolar AS guna membuktikan rekam jejak sebelum mengincar pendanaan yang lebih besar.
Mengenai alokasi investasi ke firma modal ventura, Clarkson menyatakan LGT Capital Partners umumnya memberikan komitmen minimal 5 juta dolar AS dengan porsi maksimal 20 persen dari total dana firma. Di sisi lain, TrueBridge menyalurkan investasi antara 3 juta hingga 5 juta dolar AS, dan dalam skenario tertentu siap menjadi penyedia modal mayoritas bagi firma ventura yang didukungnya.
Sumber: TechCrunch








