Senator Ted Cruz melontarkan kritik keras atas kekalahan Partai Republik dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Sela Amerika Serikat yang membuat partainya kehilangan kendali di Kongres. Politisi asal Texas tersebut menilai kekalahan Republik pada periode ini sangat telak.
Krisis Biaya Hidup Menjadi Pemicu Utama
Dalam episode siaran podcast miliknya bertajuk Verdict, Cruz menyebut hasil pemilu kali ini bukan sekadar kekalahan biasa seperti pada Pemilu Sela 2006, melainkan bentuk penolakan publik dalam skala besar yang setara dengan skandal Watergate. Senada dengan Wakil Presiden JD Vance, Cruz menepis anggapan bahwa masalah utama terletak pada tingkat partisipasi pemilih.
Cruz mengutarakan bahwa pemilih dari kalangan Republikan, Libertarian, maupun independen tetap datang ke tempat pemungutan suara. Namun, mereka memutuskan untuk menolak calon dari Partai Republik dan mengalihkan dukungan kepada kandidat dari Partai Demokrat akibat tingginya kekhawatiran terhadap isu ekonomi.
Ia menambahkan bahwa lonjakan harga bahan pangan, bahan bakar gas, solar, hingga premi asuransi membuat biaya hidup semakin tidak terjangkau. Menurut Cruz, banyak politisi Republik yang terkesan tidak memahami atau tidak memedulikan krisis tersebut. Seperti dilaporkan The Guardian, Cruz menekankan pentingnya bagi Partai Republik untuk mendengarkan masyarakat serta mengusung kebijakan ekonomi yang mampu memberikan perubahan nyata bagi kehidupan kaum pekerja.
Politisi yang dijadwalkan maju kembali dalam pemilu 2030 dan menjadi salah satu kandidat kuat calon presiden dari Partai Republik ini juga mengonfirmasi bahwa dirinya telah menghubungi senator terpilih dari Partai Demokrat, James Talarico, untuk memberikan ucapan selamat atas kemenangannya.
Sumber: World news | The Guardian








