Perusahaan rintisan bernama Star’s Tech menciptakan inovasi pencair salju ramah lingkungan yang diklaim jauh lebih efektif dibandingkan garam jalanan konvensional. Produk yang hingga akhir tahun 2026 bernama Eco-St ini hampir tidak menimbulkan efek korosif pada baja.
Pemanfaatan Tulang Bintang Laut Invasif
Pendiri Star’s Tech, Seungchan Yang, menjelaskan bahwa rahasia keunggulan produk tersebut terletak pada penggunaan tulang berpori dari spesies bintang laut invasif. Spesies hewan laut ini diketahui telah merusak berbagai peternakan kerang dan rumput laut di wilayahnya.
Ide inovatif tersebut bermula ketika Yang masih duduk di bangku sekolah menengah. Saat itu, ia mencetuskan gagasan untuk memadukan garam serta kalsium klorida yang lazim dipakai pada cairan pencair salju tradisional dengan serpihan tulang bintang laut.
Berdasarkan hipotesisnya, struktur tulang tersebut mampu menyerap kelebihan ion klorida sehingga produk akhir yang dihasilkan menjadi jauh lebih aman dan tidak merusak logam.
Ekspansi Pasar Global
Saat ini, perusahaan milik Yang telah berkembang menjadi produsen pencair salju terbesar di Korea Selatan. Produk tersebut sudah dimanfaatkan oleh sejumlah bandara serta penyedia jasa lansekap di kawasan Amerika Utara.
Kini, perusahaan sedang melakukan persiapan matang untuk meluncurkan produk mereka secara resmi di pasar ritel Amerika Serikat.
Sumber: TIME








