Sopir truk pengaduk semen atau molen yang menabrak kerumunan orang di Jalan Cut Mutia, Bekasi, telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Peristiwa kecelakaan maut tersebut mengakibatkan enam orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Penyelidikan Secara Ilmiah dan Transparan
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis menyatakan bahwa jajarannya berkomitmen untuk mengusut tuntas insiden tersebut secara transparan. Pendekatan penyelidikan kejahatan ilmiah atau scientific crime investigation akan diterapkan dalam penanganan kasus ini.
“Musibah ini akan kami usut tuntas dan transparan melalui pendekatan scientific crime investigation. Setiap keputusan berpijak pada fakta yang terungkap, sebagai wujud tanggung jawab kami kepada keluarga korban dan masyarakat,” ujar Putu Kholis dalam keterangannya pada Minggu (1/11/226).
Putu Kholis mendatangi langsung lokasi kejadian untuk memimpin penanganan darurat serta tindakan pertama di tempat kejadian perkara. Para korban tewas dievakuasi ke RS Siloam Rawa Panjang dan RSUD Kota Bekasi, sementara korban yang mengalami luka-luka mendapatkan perawatan medis di RS Juwita dan RS Siloam Rawa Panjang.
“Kami berduka sedalam-dalamnya atas berpulangnya enam warga dalam kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia. Begitu laporan kami terima, seluruh anggota langsung dikerahkan agar pertolongan dapat diberikan secepat mungkin. Doa kami menyertai keluarga yang ditinggalkan, juga mereka yang terluka agar lekas pulih,” tutur dia.
Penanganan Barang Bukti dan Rekonstruksi
Selain mengamankan pengemudi truk yang berinisial TM, kepolisian juga menyita kendaraan truk molen tersebut sebagai barang bukti. Proses olah tempat kejadian perkara, pengumpulan keterangan dari para saksi, serta pemeriksaan rekaman kamera pengawas atau CCTV telah dilaksanakan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Tim Traffic Accident Analysis dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dijadwalkan turun ke lokasi pada Senin (2/11) guna melakukan rekonstruksi kejadian secara ilmiah. Petugas juga berkoordinasi dengan perusahaan pemilik kendaraan untuk mendatangkan mobil derek demi memindahkan badan truk dari jalan raya.
Selama proses pemindahan dan evakuasi berlangsung, akses jalan di sekitar lokasi ditutup untuk sementara waktu. “Kami mohon agar foto maupun video para korban tidak disebarluaskan, demi menghormati duka orang-orang terdekat mereka. Perkembangan informasi akan kami sampaikan melalui saluran resmi kepolisian,” tambah Putu Kholis.
Sumber: News - Detikcom








