Tanaman Stevia rebaudiana menghasilkan ekstrak alami bernama stevia yang kian populer sebagai alternatif pengganti gula pasir di pasaran. Pemanis ini banyak dipilih oleh masyarakat yang ingin menjaga berat badan, mengurangi asupan gula, serta mengontrol kadar gula darah.
Manfaat dan Karakteristik Stevia
Seperti dilaporkan CNN Indonesia dari Healthline, tingkat kemanisan stevia bisa mencapai 250 hingga 300 kali lipat lebih tinggi daripada gula biasa karena berasal dari senyawa steviol glikosida. Oleh karena itu, penggunaannya hanya memerlukan takaran yang sangat sedikit.
Apabila dibandingkan dengan sukrosa atau gula pasir, stevia praktis tidak memiliki kandungan karbohidrat maupun kalori. Secangkir atau satu sendok makan gula pasir seberat 12 gram mengandung sekitar 45 kalori, sementara stevia tidak menyumbang tambahan kalori dalam penggunaan lumrah.
Merujuk pada sebuah riset yang melibatkan 12 orang dewasa, kelompok yang menyantap hidangan penutup dengan campuran separuh stevia dan separuh gula mencatatkan kadar gula darah 16 persen lebih rendah seusai makan. Kondisi ini berbeda dari kelompok yang menyantap hidangan dengan gula murni.
Keamanan dan Batasan Konsumsi
Kendati demikian, produk stevia yang beredar di pasaran kerap dicampur dengan bahan tambahan lain seperti perisa, maltodekstrin, ataupun pemanis buatan. Konsumen diimbau agar teliti memeriksa label kemasan serta daftar komposisi bahan, tidak sekadar percaya pada klaim nol kalori, bebas gula, atau bahan alami.
Pemanfaatan pemanis pengganti ini memang berpotensi menekan konsumsi gula tambahan harian, tetapi penggunaannya tetap harus dibatasi agar seseorang tidak menjadi semakin bergantung pada rasa manis. Membiasakan indra pengecap menikmati makanan dan minuman dengan kadar manis yang lebih rendah merupakan langkah penting agar lidah tidak terus-menerus terbiasa dengan rasa manis yang pekat.







