Pertemuan antara Chelsea dan Liverpool dalam ajang Piala Liga Inggris menjadi momen untuk menyoroti awal era kepelatihan Xabi Alonso di klub London tersebut. Permulaan musim ini diwarnai hasil positif seperti kemenangan telak lima gol tanpa balas atas Bournemouth, namun juga diiringi hasil negatif termasuk kekalahan dari Tottenham Hotspur.
Krisis Lini Belakang dan Dampak Kepergian Pemain
The Blues berambisi kembali tampil di Liga Champions, namun kepergian Enzo Fernandez ke Manchester City pada musim panas lalu meninggalkan lubang besar di lini tengah. Menurut ulasan CBS Sports Headlines, situasi tersebut tidak dapat dihindari karena sang gelandang ingin menyusul mantan manajernya ke Stadion Etihad. Dampaknya sangat terasa bagi lini pertahanan, di mana catatan kebobolan Chelsea mencapai 1,71 gol per sembilan puluh menit, angka yang hanya lebih baik dari tim-tim penghuni zona degradasi.
Tantangan berat kini menanti di Stadion Anfield saat menghadapi Liverpool yang mulai bangkit di bawah arahan Andoni Iraola. Lini serang lawan yang diisi oleh Florian Wirtz, Bradley Barcola, dan penyerang utama Alexander Isak berpotensi mengeksploitasi rapuhnya barisan pertahanan Chelsea. Terlebih lagi, penjaga gawang Emi Martínez masih harus menepi akibat cedera patah rahang setelah didatangkan dari Aston Villa untuk memperkuat lini belakang.
Badai Cedera dan Masalah Bola Mati
Situasi semakin sulit bagi Alonso karena skuadnya pincang jelang pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 Oktober pukul 16.00 waktu ET atau melalui siaran langsung Paramount+. Cole Palmer harus menjalani hukuman skorsing, sementara Joao Pedro dan Reece James dipastikan absen akibat cedera, memperparah keterbatasan pilihan pemain di dalam skuad.
Dalam kondisi ideal, permainan menekan menjadi andalan Chelsea dengan Maxence Lacroix berperan mengatur lini belakang dan menghentikan serangan lawan. Kendati demikian, masalah utama tim terletak pada situasi bola mati. Penjaga gawang pengganti dinilai kurang memiliki penguasaan area kotak penalti yang memadai, ditambah kebiasaan pemain sering melakukan pelanggaran yang berbuah peluang bagi lawan.
Rencana transfer klub juga sempat terkendala ketika AS Monaco membatalkan penjualan Lamine Camara ke Stamford Bridge menyusul batalnya kepindahan Folarin Balogun ke Everton. Guna menutupi kelemahan pertahanan tersebut, Alonso dinilai perlu mengarahkan tim bermain lebih langsung demi memaksimalkan potensi lini depan. Pertandingan melawan Liverpool akan menjadi ujian nyata apakah Chelsea mampu mengatasi berbagai kendala tersebut untuk menjaga peluang lolos ke kompetisi Eropa.
Sumber: CBS Sports Headlines








