Petualang asal Inggris, Karl Bushby (57), tiba kembali di kota kelahirannya di Inggris pada Senin setelah melintasi empat benua dengan berjalan kaki.
Ia disambut oleh kerumunan sekitar 500 orang yang bersorak di kota timur laut Hull pada akhir perjalanan sejauh 50.000 kilometer yang dimulainya di ujung selatan Amerika Selatan pada tahun 1998.
“I didn’t do this alone. There was a big team, the biggest team, Earth. That’s what it took to get me back,” ujar Bushby di hadapan warga yang menyambutnya.
Dalam perjalanannya, ia mematuhi dua aturan utama, yakni menghindari segala bentuk transportasi bermotor untuk maju dan tidak kembali sebelum menyelesaikan apa yang telah ia mulai.
Bagian terakhir dari perjalanannya membawanya ke wilayah utara Hull untuk bersatu kembali dengan ibunya, Angela, putranya yang berusia 36 tahun, Adam, serta seorang cucu perempuan berusia 12 tahun yang belum pernah ia temui sebelumnya.
Pengalaman Selama Perjalanan Epik
Bushby, yang merupakan mantan tentara payung, memulai petualangannya di Chile pada usia 29 tahun menyusul perpisahan pernikahan yang membuat istrinya kembali ke Irlandia Utara bersama putra mereka.
Sepanjang perjalanannya, ia menyeberangi Selat Bering yang membeku dari Alaska menuju Rusia bersama penjelajah asal Prancis, Dimitri Kieffer, pada tahun 2006 dan hampir kehilangan nyawanya dalam proses tersebut. Setibanya kembali di Inggris pada awal bulan lalu, ia berenang menyeberangi Selat Inggris dari Prancis utara ke Dover selama empat hari.
Ia sempat menghentikan atau terpaksa menjeda perjalanannya beberapa kali, termasuk ketika ia ditolak visanya oleh Rusia, yang membuat rencana perjalanan awalnya yang dirancang selama 12 tahun menjadi lebih dari dua kali lipat durasinya.
Ia juga sempat mendekam di penjara di Panama karena memasuki negara tersebut tanpa menggunakan visa.
Pandemi COVID-19 turut menyebabkan penundaan, dan ia menghabiskan waktu dengan tinggal di sebuah markas di Meksiko.
Namun, ia selalu melanjutkan kembali penjelajahannya tepat di titik persis di mana ia meninggalkannya.
Pembuat film terkenal asal Jerman, Werner Herzog, sedang menggarap sebuah film dokumenter panjang mengenai perjalanan tersebut dengan judul “Walk of Life.”
Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita AFP dari Prancis utara pada September lalu, Bushby mengungkapkan rasa khawatirnya mengenai kepulangannya untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih normal di Inggris.
“I’ve got to try and get established in the grown-up world again,” ucapnya.








