Yamaha secara resmi mengumumkan keputusan untuk tidak ambil bagian dalam seri MotoGP Qatar yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan depan di Sirkuit Lusail. Seperti dilaporkan TMCBlog.com, langkah tersebut diambil di tengah situasi politik dan keamanan di Timur Tengah yang kian meruncing usai berakhirnya rangkaian seri MotoGP Malaysia di Sepang.
Alasan Keamanan dan Penolakan Pebalap
Dalam pernyataan resmi di Sepang, Yamaha menegaskan bahwa asesmen terbaru mengenai situasi di Timur Tengah tidak memberikan alasan yang cukup kuat untuk melonggarkan kebijakan larangan perjalanan tingkat perusahaan. Akibat keputusan ini, skuad pabrikan maupun satelit yang terdiri dari Fabio Quartararo, Alex Rins, Jack Miller, dan Augusto Fernandez dipastikan absen dari lintasan.
Sebelum pengumuman tersebut, ketegangan di paddock meningkat setelah 19 dari total 22 pebalap menggelar rapat tertutup di Sepang. Mereka mengirimkan surat bertanda tangan kepada MotoGP Group sebagai upaya terakhir agar Grand Prix Qatar dibatalkan karena khawatir terjebak di Doha jika wilayah udara mendadak ditutup.
Jack Miller dari Pramac Yamaha meluapkan kekesalannya kepada media seperti dilansir TMCBlog.com dengan menegaskan bahwa para pebalap bersatu menolak keberangkatan tersebut. “Saya tidak ingin pergi. Ada 19 orang dari kami yang tidak mau pergi ke sana. Saya rasa kita tidak seharusnya balapan dalam kondisi seperti ini… Kita sudah menyuarakan opini dengan jelas. Sebagai pebalap, kami bersatu dan melakukan yang terbaik dengan amunisi yang punya,” ujar Miller.
Benturan Kepentingan Finansial dan Tanggapan Penyelenggara
Pihak penyelenggara tetap mempertahankan jadwal balapan di Lusail pada 6–8 November 2026 karena Grand Prix Qatar merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar kejuaraan. Pembatalan secara sukarela tanpa larangan resmi pemerintah dapat menimbulkan kerugian finansial masif, sekaligus dikhawatirkan memperkuat posisi tawar pembentukan serikat pebalap.
Menanggapi situasi ini, MotoGP Group menyatakan kekecewaannya atas keputusan Yamaha yang dinilai tidak mencerminkan jaminan ekstensif yang telah diberikan kepada seluruh pemangku kepentingan. Setelah berkonsultasi dengan Negara Qatar, Sirkuit Internasional Lusail, penasihat keselamatan independen, dan proses penilaian risiko, pihak penyelenggara menyatakan belum menerima informasi yang membenarkan perubahan rencana acara.
MotoGP Group menambahkan bahwa mereka telah mengomunikasikan posisi tersebut kepada seluruh pabrikan dan tim, serta menyambut baik konfirmasi dari pebalap lain yang tetap akan berlomba di Qatar. Terkait ketidakhadiran Yamaha, konsekuensi olahraga akan ditangani oleh FIM sesuai dengan regulasi kejuaraan di samping implikasi kontrak terhadap perjanjian dengan MotoGP dan IRTA.
Sumber: TMCBlog.com








