Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) belakangan mulai sering diguyur hujan. Meski begitu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa wilayah tersebut belum memasuki awal musim penghujan.
Penjelasan BMKG Terkait Musim Hujan
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Komunikasi dan Layanan Informasi BMKG, Mega Sirait, menyampaikan kepada detikcom pada Minggu (1/11/2026) bahwa curah hujan yang turun saat ini belum merepresentasikan awal musim hujan yang sebenarnya. Menurutnya, penetapan awal musim hujan harus memenuhi kriteria tertentu, yakni curah hujan minimal mencapai 50 milimeter per dasarian atau sepuluh hari, yang kemudian diikuti oleh dua dasarian berikutnya untuk memastikan konsistensi jumlah dan frekuensinya.
Mega menjelaskan bahwa hujan yang turun saat ini masih merupakan bagian dari fase peralihan atau pancaroba dari musim kemarau menuju musim hujan. Pihaknya memprediksi awal musim hujan di wilayah DKI Jakarta akan bervariasi, mulai dari pertengahan November untuk wilayah bagian selatan hingga akhir Desember untuk wilayah bagian utara. Selain itu, puncak musim hujan di DKI Jakarta diperkirakan baru akan terjadi pada Februari 2027.
Bukan karena Modifikasi Cuaca
Mega menegaskan bahwa turunnya hujan di kawasan Jabodetabek akhir-akhir ini tidak dipicu oleh pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Terkait kondisi cuaca dalam waktu dekat, ia memprakirakan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Jakarta dan sekitarnya yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang yang bersifat lokal.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak BMKG mengimbau kepada masyarakat serta para pemangku kepentingan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang, sambaran petir, dan peningkatan curah hujan. Warga juga diminta untuk senantiasa memantau informasi prakiraan cuaca serta peringatan dini terbaru melalui kanal resmi yang disediakan oleh BMKG.
Sumber: News - Detikcom







