Internasional

Peternakan Inggris Ini Sukses Tingkatkan Populasi Burung

Peternakan Inggris Ini Sukses Tingkatkan Populasi Burung

Sebuah proyek pertanian di Inggris berhasil melawan tren penurunan populasi burung liar dengan menerapkan metode pertanian berkelanjutan dan pengelolaan habitat yang inovatif. Berkat berbagai uji coba yang dilakukan selama lebih dari tiga dekade, jumlah burung di kawasan tersebut kini mencatatkan rekor tertinggi.

Inovasi Pengolahan Lahan dan Pakan

Direktur Proyek Allerton, Alastair Leake, menunjukkan perbedaan metode tanam gandum musim dingin di peternakan tersebut. Pada sisi lahan yang dibajak sebelum ditanam, tidak terlihat burung yang mencari makan. Sebaliknya, burung-burung berdatangan ke sisi lahan yang ditanami langsung tanpa dibajak, yang menyisakan jerami dan sisa panen sebelumnya.

Menurut Leake, burung-burung berkumpul di sisi tersebut karena terdapat banyak biji-bijian, cacing tanah, dan serangga, sementara di lahan yang dibajak semuanya terkubur di dalam tanah. Pendekatan semacam ini telah membuat populasi burung di Allerton melonjak sebesar 145 persen sejak pemantauan dimulai pada 1992, berbanding terbalik dengan penurunan nasional sebesar 23 persen dalam periode yang sama.

Proyek Allerton merupakan pusat penelitian dan lahan pertanian seluas 320 hektare yang terletak di perbatasan Leicestershire-Rutland. Tempat ini sering dikunjungi oleh para petani, pembuat kebijakan, dan pelaku bisnis untuk melihat bagaimana sektor pertanian dapat memproduksi pangan sekaligus mendukung kelestarian alam.

Perubahan praktik pertanian di seluruh Inggris sebelumnya telah merusak populasi burung lahan pertanian akibat peningkatan penggunaan pestisida dan hilangnya habitat yang sesuai. Namun di Allerton, jumlah burung seperti burung anis, burung merpati hitam, dan burung linnet justru mengalami peningkatan.

Leake menunjuk ke arah jalur khusus tanaman pakan liar atau “meja burung” yang membelah area ladang, di mana tanaman seperti kale, teasel, sorghum, dan milet dibiarkan tumbuh untuk menyediakan biji-bijian bagi burung selama musim dingin. Langkah tersebut memastikan ketersediaan makanan bagi burung untuk bertahan melewati masa sulit di awal tahun agar siap berkembang biak kembali.

Pengendalian Hama dan Predator

Di samping area pakan, terdapat pula “bank kumbang” berupa jalur tanah tak diolah yang ditanami rumput tahunan tinggi untuk tempat hibernasi kumbang. Kumbang-kumbang tersebut keluar pada musim semi untuk memangsa hama tanaman sekaligus menjadi sumber pakan serangga bagi burung, sehingga mengurangi kebutuhan penyemprotan pestisida.

Inovasi lain yang diterapkan adalah penggunaan tempat pakan burung berukuran besar yang diisi gandum untuk membantu burung lahan pertanian bertahan di musim dingin, mirip dengan praktik memberi makan burung di taman rumah. Selain itu, proyek ini juga melakukan pengendalian predator seperti rubah dan gagak yang memangsa telur serta anak burung.

Leake menjelaskan bahwa pendekatan pengendalian predator dilakukan secara manusiawi dan terkelola dengan hanya menargetkan predator pada musim bersarang, yakni waktu paling rentan bagi burung. Keberhasilan berbagai langkah tersebut membuktikan bahwa pemulihan alam dapat dicapai melalui pengelolaan kawasan pertanian secara menyeluruh dengan insentif yang tepat bagi para petani.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *