Teknologi

Peneliti Temukan Kandidat Planet Kerdil Keenam

Peneliti Temukan Kandidat Planet Kerdil Keenam
Daftar Isi
  1. Penelusuran Jejak Data Digital
  2. Kriteria Fisik dan Karakteristik Orbit
  3. Kendala Deteksi di Tengah Gugusan Bintang

Tim peneliti dari Vera C. Rubin Observatory mengidentifikasi objek antariksa baru bernama ED138 yang berpotensi menjadi planet kerdil keenam di tata surya. Penemuan tersebut bermula pada awal Oktober ketika anggota tim operasi observatorium, Matthew Holman, melihat objek berukuran besar melalui algoritma pendeteksi pergerakan benda langit yang ia kembangkan bersama Kevin Napier.

Penelusuran Jejak Data Digital

Melihat skala objek yang tidak biasa tersebut, Holman sempat memeriksa ulang sistem komputasinya guna memastikan ketiadaan kesalahan teknis. Dalam sebuah pernyataan, Holman mengungkapkan keterkejutannya atas temuan langka tersebut, “My first reaction was one of excited disbelief. Objects like this are very rare, so I immediately started checking whether I or the code had done something wrong.”

Holman kemudian menelusuri data arsip dan berhasil menemukan rekaman objek yang sama sebanyak 20 kali hingga kurun Maret 2026. Pelacakan lebih lanjut pada basis data Dark Energy Camera di US National Optical-Infrared Astronomy Research Laboratory serta layanan Asteroid Discovery Analysis and Mapping Precovery milik Asteroid Institute bahkan memperlihatkan keberadaan ED138 dalam data pengamatan sejak 2016.

Kriteria Fisik dan Karakteristik Orbit

ED138 berada pada orbit yang lebih jauh dari matahari dibandingkan Neptunus, sehingga digolongkan sebagai objek trans-Neptunus. Perhitungan awal menunjukkan bahwa bongkahan es ini memiliki diameter antara 600 hingga 1.500 kilometer, dimensi yang dipandang memadai untuk membentuk wujud bulat berkat pengaruh gravitasinya sendiri.

Bila resmi ditetapkan sebagai planet kerdil, ED138 akan bergabung bersama lima objek lain yang telah diakui, yakni Ceres, Haumea, Makemake, Eris, dan Pluto. Berbeda dengan planet reguler yang mampu menyingkirkan atau menyerap materi di sekitar lintasannya, planet kerdil terus berbagi lintasan orbit dengan berbagai puing antariksa dan komet.

Kendala Deteksi di Tengah Gugusan Bintang

Posisi ED138 berada di area langit yang berlatar belakang galaksi Bimasakti, wilayah padat yang dipenuhi jutaan bintang. Keadaan visual yang sangat ramai tersebut membuat objek ini kemungkinan besar pernah tertangkap teleskop sebelumnya, tetapi tidak teridentifikasi karena tertutup cahaya bintang lain.

Anggota tim Rubin Solar System Operations, Mario Jurić, menyampaikan bahwa kapabilitas teknologi observatorium Rubin membuka peluang bagi temuan-temuan serupa berikutnya. “Rubin is giving us an unprecedented capacity to explore the sky through a combination of speed, depth, and precision,” tutur Jurić, seraya menambahkan bahwa identifikasi awal ini memungkinkan para astronom menelusuri arsip data terdahulu untuk menemukan objek tersembunyi yang belum pernah disadari.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *