Chief Executive Officer Tesla, Elon Musk, mengisyaratkan pengurangan produksi kendaraan listrik Cybertruck di pabrik Texas pada tahun depan. Langkah tersebut diambil untuk memberikan ruang manufaktur bagi pembuatan mobil otonom terbaru mereka, Cybercab.
Insinyur utama proyek tersebut, Wes Morrill, mengindikasikan bahwa masa Cybertruck telah usai melalui unggahannya di platform X. Ia menyebut bahwa Cybertruck merupakan platform pengembangan teknologi yang luar biasa dan akan tetap hidup melalui keberadaan Cybercab.
Pernyataan tersebut memicu respons dari para penggemar Tesla di media sosial. Seorang pengguna menyayangkan rencana penghentian produksi pada tahun depan dan menyebutnya sebagai kendaraan terbaik yang pernah dibuat Tesla. Musk membalas unggahan itu singkat dengan kata “true”, seraya menambahkan bahwa armada Cybertruck yang sudah beroperasi tetap akan mengaspal untuk waktu yang lama. Menanggapi kabar tersebut, saham Tesla tercatat mengalami kenaikan 4,7 persen pada perdagangan Jumat.
Proyek Impian yang Diterpa Berbagai Kendala
Cybertruck sejatinya menjadi proyek yang sangat diandalkan oleh Musk. Pada bulan Maret, ia sempat menyebut kendaraan ini jauh lebih mengagumkan daripada yang disadari banyak orang, dan pada bulan April ia menyatakannya sebagai produk terbaik yang pernah dibuat Tesla hingga saat ini.
Meski memiliki tampilan futuristis yang dipuji sebagian penggemar mirip kendaraan dalam film Blade Runner, kritik pedas juga bermunculan dari pihak yang menganggap desainnya tidak menarik. Selain itu, muncul keraguan besar mengenai apakah Cybertruck mampu bersaing dan menguasai pasar truk di Amerika Serikat yang sangat menguntungkan.
Perjalanan Cybertruck sudah diwarnai masalah sejak pertama kali diperkenalkan pada 2019, ketika kaca mobil yang diklaim tak bisa pecah justru retak saat peragaan langsung. Kendati mengalami insiden tersebut, Musk menyampaikan saat itu bahwa pihaknya telah mengantongi sekitar 146.000 pesanan selama tahap pengembangan.
Penjualan Menurun dan Masalah Penarikan Kembali
Saat diluncurkan secara komersial pada 2023, Cybertruck mempertahankan desain sudut tajam dengan bodi berbahan baja tahan karat. Namun, angka penjualannya tidak mencapai target tahunan sebanyak 250.000 unit yang sempat diproyeksikan oleh Musk. Data dari Kelley Blue Book menunjukkan penjualan Cybertruck pada 2025 hanya mencapai 20.237 unit, mengalami penurunan dari angka 38.965 unit pada tahun sebelumnya.
Performa penjualan tersebut juga diperberat oleh isu keselamatan. Pada tahun 2025, Tesla harus menarik kembali lebih dari 46.000 unit Cybertruck karena adanya kekhawatiran sebagian komponen trim kendaraan dapat terlepas.
Masalah lain terletak pada harga jual. Meskipun Musk pernah menyampaikan kepada para analis Wall Street mengenai pentingnya menekan harga agar terjangkau, Cybertruck dijual mulai dari 61.000 dolar AS untuk tipe dengan kelengkapan penuh saat peluncuran. Pada tahun 2026, model yang dinamai “Cyberbeast” bahkan dipasarkan dengan harga mencapai 102.000 dolar AS.
Sumber: BBC News








