Politik

Jaksa Agung Selidiki Dugaan Konspirasi Calon Kembar di Alaska

Jaksa Agung Selidiki Dugaan Konspirasi Calon Kembar di Alaska
Daftar Isi
  1. Penyelidikan Kriminal dan Gugatan Perdata
  2. Sanggahan Mary Peltola dan Respons Politik
  3. Langkah Gubernur Alaska dan Komentar Donald Trump

Jaksa penuntut umum federal di Alaska mengonfirmasi penyelidikan kriminal dan perdata atas dugaan konspirasi Partai Demokrat. Penyelidikan ini berfokus pada perekrutan seorang kandidat Senat AS yang memiliki nama sama dengan petahana Partai Republik, senator Dan Sullivan, untuk membingungkan pemilih.

Penyelidikan Kriminal dan Gugatan Perdata

Dalam konferensi pers di Anchorage pada hari Jumat, Jaksa AS Michael Heyman merujuk pada pemberitaan media yang menyebutkan bahwa kampanye Senat dari kandidat Demokrat Mary Peltola bersama jajaran Demokrat nasional telah merancang konspirasi untuk merekrut Daniel J Sullivan sebagai kandidat tiruan. Kedua kandidat dengan nama Dan Sullivan tersebut—satu senator dari Partai Republik dan satu lagi pensiun guru sekolah tanpa pengalaman politik—lolos sebagai peserta pemilu. Menurut Heyman, pihak berwenang menangani masalah tersebut dengan sangat serius dan mengerahkan tambahan sumber daya penegak hukum ke Alaska untuk melakukan langkah-langkah investigasi kriminal di berbagai wilayah.

Departemen Kehakiman juga mengajukan permohonan terpisah kepada hakim federal agar memerintahkan pejabat pemilu negara bagian untuk mengisolasi surat suara yang mencantumkan nama Daniel J Sullivan. Asisten Jaksa AS di Alaska, E. Bryan Wilson, menyatakan dalam dokumen pengadilan bahwa pemerintah berupaya mengamankan dan memisahkan seluruh surat suara tersebut guna menyelidiki potensi kebingungan pemilih. Selain itu, Departemen Kehakiman meminta injunksi pendahuluan untuk memblokir sertifikasi hasil pemilu Senat di Alaska jika sang petahana kalah dari Peltola akibat kehadiran kandidat bernama sama di surat suara.

Sanggahan Mary Peltola dan Respons Politik

Sehari sebelumnya, Mary Peltola membantah mengetahui upaya tersebut saat berbicara kepada para pendukungnya di Juneau. Kandidat Senat dari Partai Demokrat tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik untuk mengecoh pemilih dan tidak tahu apa-apa mengenai kandidat lain di surat suara selain dirinya sendiri dan petahana. Sumber yang mengetahui masalah tersebut menyampaikan kepada Associated Press bahwa sejumlah surat perintah pengadilan berupa panggilan juri agung dan permintaan pelestarian dokumen telah diterbitkan menyusul laporan media mengenai dugaan keterlibatan tim kampanye Peltola.

Kontestasi tersebut merupakan salah satu pemilihan paruh waktu yang paling disorot dan menjadi penentu mayoritas di Senat, di mana Partai Demokrat menguasai empat puluh tujuh kursi berbanding lima puluh tiga kursi milik Partai Republik, sementara jajak pendapat terbaru menunjukkan Peltola memimpin. Pihak Republik mengecam kehadiran dua kandidat bernama Dan Sullivan sebagai siasat Demokrat untuk memecah suara pendukung petahana. Sebelum pemilu pendahuluan pada bulan Agustus lalu, otoritas pemilu sempat berupaya mendiskualifikasi penantang tersebut, namun Mahkamah Agung negara bagian memutuskan bahwa ia diizinkan masuk dalam surat suara.

Langkah Gubernur Alaska dan Komentar Donald Trump

Gubernur Alaska dari Partai Republik, Mike Dunleavy, mengumumkan rencana untuk meluncurkan penyelidikan kriminal tersendiri. Menurut Dunleavy, laporan tersebut mengungkap bukti baru yang mengganggu mengenai upaya terorganisir untuk memanipulasi pemilu di Alaska melalui perekrutan kandidat dengan nama serupa demi membingungkan pemilih. Ia menilai tindakan menipu pemilih agar mencoblos orang lain mencederai integritas pemilu di wilayahnya.

Sementara itu, Donald Trump mempertanyakan apakah Peltola akan dilantik di Senat apabila memenangkan pemilihan. Dalam pernyataannya kepada para wartawan, Trump meragukan Peltola bahkan diizinkan untuk mencalonkan diri dan berpendapat bahwa sang kandidat seharusnya dicoret dari surat suara serta diproses secara hukum.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *